Abu Usman Al-Fauzi Lueng Ie #4 : Ulama Terekat Sang Waliyulllah?

 
Abu Usman Al-Fauzi Lueng Ie #4 : Ulama Terekat Sang Waliyulllah?

 

LADUNI. ID, ULAMA- Almursyid Abu Usman Al-Fauzi Lueng Ie merupakan sebagai sosok ulama kharismatik dan juga tokoh ulama kunci di era orde baru, Abu Lueng Ie telah mempertaruhkan jiwa dan raganya demi tegaknya dinul Islam yang bermazhabkan ahlisunnah wal jamaah. Serta memperjuangkan tongkat estafet tarekat di bumi Aceh ini, dengan ijtihadnya mau tidak mau harus ditegakkan syiar agama dengan masuk salah satu parpol penguasa saat itu. Beliau bernama Teungku Teuku Haji Usman Al-Fauzi dan akrab di sapa Abu Usman Al-Fauzi atau Abu Lueng Ie.

Di tengah berkuasa orde baru di bawah " Pohon Beringin" gerak gerik ulama selalu menjadi pantauan pemerintah saat itu. Mereka tidak segan menangkap siapa saja tidak terkecuali ulama. Para ulama yang dianggap "berbahaya" tidak segan-segan ditangkap, ditindas dan diasingkan. Walaupun terkadang itu korban dari fitnah yang dialamatkan kepada ulama dan tokoh kharismatik sekalipun


Kits mengetahui jenjang mursyid it merupakan Alanah dan Karina yang dimandatkan kepada telah lulus berbagai ujian termasuk Abu Lung IE sendiri. Diantara catatan sejarah yang sempat dihimpun dari berbagai dumber, Sarah satu hal yang sungguh luar biasa, Abu Lueng Ie mampu merabiyahkan diri sampai ke tingkatan tersebut.

 Dalam riwayat lain, sering Abon Tajuddin menceritakan kepada jamaah termasuk penulis, pada suatu ketika ummi Abon (isterinya Abu Abu Lueng Ie) mengintip aktivitas Abu di tempat biasa beliau melakukan zikir. Sang ummi Abon melihat Abu Lueng Ie duduk di atas cahaya yang tidak rata dengan lantai, hal itu disebabkan zikir beliau yang sanggat tinggi.

Peristiwa tersebut menyadarkan sikap ummi Abon Tajuddin dan alangkah terkejutnya ummi belia yang selama itu belum mengetahui sosok kaliman, kelebihan dan karamah Abu. Berlandaskan fenomena ini, isteri Abu Lueng berpesan kepada anaknya yakni Tgk. T. Tajuddin.

“Tajuddin, beu kateupeu, Abukah nyan auliya, bek sagai-sagai kalawan kheun Abu (Tajuddin, kamu harus tau, ayahmu itu auliya, jangan sekali-kali kamu bantah nasehat Abu).

**Helmi Abu Bakar el-langkawi, Penggiat Literasi asap Days MUDI Samalanga Dan Jamaal Tarekat Naqsyabandiah.