Bersilaturrahmilah Niscaya Rezeki Dimudahkan

Bersilaturrahmilah Niscaya Rezeki Dimudahkan

LADUNI. ID - Sebuah silaturahmi memiliki makna yang sangat sacral  khususnya dalam kehidupan seseorang dan umumnya bagi umat Islam secara keseluruhan. 

Silaturahmi menjadi poros yang mengokohkan banyak hal dan fenomena dalam masyarakat, mulai dari nilai integral (persatuan), perhatian, kasih sayang, mata pencaharian, rezeki hingga memudahkan seseorang memasuki surga-Nya. 

Ini bukan hanya sebuah retorika,namundalambanyakhadist Rasulullah juga mengisyarahkan demikian sebagaimana sabda beliau: 

“Barangsiapa yang suka dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya, maka sambunglah silaturahim” (HR. Bukhari). 

Dalam hadist lain disebutkan: “Sesungguhnya Rahmat itu tidak diturunkan kepada kaum yang di dalamnya ada seorang pemutus keluarga” (HR. Bukhari). 

Juga disebutkan dalam perspektif ilmu sosial dan ekbis (ekonomi dan bisnis), terjalinnya sebuah rangkaian silaturahmi merupakan menjadi bagian dari network yang akan memperluas jaringan seseorang. 

Semakin banyak silaturahminya maka jaringannya akan semakin banyak dan kuat sehingga memungkinkan baginya membangun relasi demi kepentingan tertentu. 

Dalam ilmu dagang, semakin banyak jaringan, akan semakin banyak pembeli yang datang dan berminat untuk membeli produknya sehingga bertambah income (pemasukan) atau rezeki.

Sementara itu Rasulullah juga menambahkan silaturrahmi itu dapat menyelematkan seseorang dari meninggal dengan su’ul khatimah, dalamsebuah hadist beliau bersabda: 

“Barang siapa yang senang dipanjangkan umurnya, diluaskan rezekinya, dan dijauhkan dari kematian yang buruk, maka hendaklah bertakwa kepada Allah dan menyambung silaturahmi.” (HR Imam Bazar, Imam Hakim). 

 Pada kesempatan yang lain, baginda nabi juga bersabda : “Belajarlah dari nenek moyangmu bagaimana caranya menghubungkan rahim-rahim itu, karena silaturahmi menimbulkan kecintaan dalam keluarga, meluaskan rezeki, dan menunda kematian.” (HR Imam Tirmidzi)

Dalam Buku “Inilah Pesan Penting di Balik Berkah & Manfaat Silaturahmi” karangan Anna Mariana dan  Milah Nurmilah, beliau menyebutkan bahwaJika Seseorang mampu membangun silaturahmi dengan baik, telah banyak pintu yang bisa diakses dengan mudah dan praktis. 

Tidak hanya urusan rezeki, tapi juga bisa berupa jabatan dan kepercayaan yang bisa diberikan kepada Seseorang untuk memegang amanah tertentu. Karenanya, wahana silaturahmi selalu dibangun dalam berbagai segi. 

Hal ini dilakukan karena mereka sadar bahwa silaturahmi sangat penting dan menjadi bagian dari jantungnya sebuah organisasi. 

Bahkan dalam sebuah perusahaan berbasis jaringan seperti MLM umpamanya,mereka telah membuktikan akan ungkapan hadist diatas. 

Semakin kuat jaringan akan semakin besar pula kesempatan yang diperoleh dalam meraih pembeli dan informasi sebanyak-banyaknya. 

Begitu pula dalam sebuah organisasi, silaturahmi sangat berpengaruh dalam membangun solidaritas dan loyalitas anggotanya sehingga semakin solid dan memiliki kekuatan besar.

 Misalnya, dalam sebuah partai, LSM, koperasi, dan himpunan pelajar
Semuanya disebabkan silaturahmi, maka perbanyaklah bersilaturrahmi terlebih di bulan Syawal ini, eksesnya sangat berpengaruh terhadap kesuksesan seseorang baik di dunia maupun di akhirat kelak. 

Bahkan seseorang tidak masuk surga karena tidak mengindahkan untuk bersilturahmi sebagaimana Rasulullah berkata: “Tidak akan masuk syurga orang yang memutuskan hubungan silaturahmi.” (HR Imam Muslim). 

Ancaman lainya disebutkan dalam al-Quran berbunyi: “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikanNya telinga mereka, dan dibutakan-Nya penglihatan mereka” (QS Muhammad (47): 22-23). 

Ancaman Rasulullah Saw terhadap pemutus silaturrahmi dengan sangsi tidak diturunkan rahmat kepada mereka. Hal ini beliau sebutkan dalam sebuah hadist:“Sesungguhnya Rahmat itu tidak diturunkan kepada kaum yang di dalamnya ada seorang pemutus keluarga” (HR. Bukhari). 

Dalam hadist yang lain beliau juga menyebutkan: “Tidak ada dosa yang Allah swt lebih percepat siksaan kepada pelakunya di dunia, serta yang tersimpan untuknya di akhirat selain perbuatan zalim dan memutuskan tali silaturahmi” (HR Tirmidzi).

Berdasarkan paparan diatas sudah selayaknya danberlomba untuk bersilaturrahmibukan hanya di bulan hari raya dalam Syawal namun pada bulan lainnya juga begitu. Hendaknya kita perbanyak silturahmi dengan penuh keikhlasan, sehingga untuk menjemput ridha Allah Swt akan semakin mudah..Semoga.

Wallahu Muwaffiq Ila ’Aqwamit Thariq

***Helmi Abu Bakar El-Langkawi (HABeL) Staf Pengajar Dayah Mudi Mesjid Raya Samalanga