Negara Ukraina Menggelar Pemilu Sela

Negara Ukraina Menggelar Pemilu Sela

LADUNI.ID, INTERNASIONAL- Negara Ukraina melakukan pemungu­tan suara dalam pemilihan sela anggota parlemen, Minggu (21/7), yang dapat memperkuat ke­kuasaan Presiden Volodymyr Zelenskiy dan memberi politikus pendatang baru itu mandat lebih kuat untuk lakukan perubah­an.

Pemerintah baru juga akan perlu melaksanakan pembaruan yang disepakati dengan donor in­ternasional guna memper­oleh miliaran dolar AS dalam pinjaman baru untuk menjaga ekonomi tetap stabil. Zelenskiy mengumumkan pemilihan umum sela pada hari ia dilantik pada Mei.

"Dengan menyerukan pemili­han umum dini, presiden baru ber­harap dapat mem­pertahankan momentum kemenangan pre­si­dennya berjalan terus. Ia didukung dalam upayanya oleh mayoritas rakyat Ukraina yang memandang parlemen sebagai pada dasarnya korup dan telah memberi Zelen­skiy mandat 'untuk membersih­kan' kelas politik," kata Agnese Ortolani dari Unit Intelijen Eko­nomi sebagaimana direleas analisadaily.com, Senin, (21/7/2019).

Partai Pelayan Rakyat pimpi­nan Zelens­kiy, yang namanya diambil dari komedi TV saat ia ber­peran sebagai presiden, terus memimpin dalam beberapa jajak pendapat buat pemungutan suara parlemen tapi mungkin tak mem­peroleh mayoritas.

Saat ini, pemimpin yang ber­usia 41 tahun itu berbagi ke­kuasaan dengan anggota Ka­binet dan anggota parlemen yang ke­ba­nyakan setia kepada pendahu­lu­nya.

Siapa pun yang menang pe­milihan umum akan mewarisi ne­gara di pusat pertikaian Barat dengan Moskow setelah Rusia men­caplok Semenanjung Kri­mea di Ukraina pada 2014 dan pe­rannya dalam konflik separatis di Wilayah Donbass di Ukraina Timur, yang telah menewaskan 1.300 orang dalam lima tahun belakangan ini.