Kenang 7 Hari Pasca Wafatnya Mbah Moen, Nusron Wahid Sampaikan 2 Pesan

Kenang 7 Hari Pasca Wafatnya Mbah Moen, Nusron Wahid Sampaikan 2 Pesan

LADUNI.ID, Jakarta - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor periode 2011-2015, Nusron Wahid menceritakan pesan terakhir KH. Maimoen Zubair (Mbah Moen), sebelum berangkat menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekkah.

Nusron mengatakan bahwa satu hari sebelum Mbah Moen berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci, ia dipanggil oleh Mbah Moen, dan akhirnya keduanya bertemu di Hotel Dharmawangsa dan Hotel Grand Melia, Jakarta.

Santri kelahiran Kudus yang juga Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) itu mengisahkan dua pesan Mbah Moen.

"Alhamdulillah pada kesempatan kali ini saya mendapatkan izin dari Maulana Habib Luthfi," tutur Nusron Wahid pada acara tujuh hari peringatan pasca wafatnya Mbah Moen di Majelis Darul Hasyimi, Duren Sawit, Jakarta Timur pada Senin (12/8/19) malam.

Nusron mengungkapkan dua pesan yang diizinkan dari tujuh pesan. Karena menurut dia, pesan yang lainnya akan disampaikan pada waktu yang tepat. Termasuk pesan kepada Presiden Joko Widodo.

"Yang pertama, pesan khusus buat kita-kita semua aktivis Nahdlatul Ulama, aktivis NU disemua tingkatan, untuk tidak boleh dan tidak mau diadu domba dengan ahlul bait. Aktivis Nahdlatul Ulama tidak boleh terpancing apapun dan bermusuhan dengan ahlul bait,"  tuturnya.

Adapun pesan yang kedua, terang dia, untuk selalu berpegang kepada habaib yang mencintai NU. Yakni, salah satunya adalah Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya (Habib Luthfi), Ra’is ‘Am jam’iyah Ahlu Thariqah al Mu’tabarah an Nahdiyah (Nahdlatul Ulama).

"Kamu kalau ingin berpegangan dengan orang NU yang habib-habib, dan habib yang NU, peganglah Habib Lutfhi," imbuhnya.

Dalam peringatan malam ketujuh wafatnya Mbah Moen itu, nampak hadir Syuriah PBNU KH. Zulva Musthofa, Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini, ulama dan warga Nahdliyin. Acara ditutup dengan taushiyah dan doa dari Habib Luthfi. (*)