Menggelisahkan Esok

Menggelisahkan Esok

LADUNI.ID - Lihatlah, beribu orang dengan wajah sendu mengantar kepulangannya dengan seluruh hati. Orang Arab mengatakan :

وقد حضر جنازة الشيخ عدد هائل من البشر

Ada beribu orang hadir dan berdoa saat jenazah sang Syeikh pulang kembali ke asal.

Beberapa teman bertanya : mengapa?. Aku bilang: "Itu karena mereka mencintainya. Dan itu karena dia mencintai Tuhan".

Ingatanku kembali saat Gus Dur pulang, 2009 lampau. Saat itu aku mengutip kata-kata Nabi :

إن الله تعالى إذا أحب عبداً دعا جبريل فقال: إني أحب فلانًا فأحببه، فيحبه جبريل، ثم ينادي في السماء فيقول: إن الله يحب فلانًا فأحبوه، فيحبه أهل السماء ثم يوضع له القبول في الأرض

"Jika Allah mencintai hamba-Nya, Dia memanggil Malaikat Jibril lalu mengatakan : "Aku mencintai si dia, maka cintailah dia. Lalu Jibril mencintainya. Kemudian Jibril memanggil para Malaikat dan mengatakan kepada mereka : "Tuhan mencintai si dia, maka cintailah dia, dan mereka mencintainya. Maka penduduk bumi pun mencintainya". (Hadits Sahih, Muttafaq 'alaih).

Manakala aku menyaksikan fenomena kepulangan al-Syeikh al-'Allamah mbah Mun itu tiba-tiba aku gelisah dan cemas saat menatap masa depan bangsa ini. Nabi mengatakan :

عن عبد الله بن عمرو بن العاص رضي الله عنهما قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: ((إن الله لا يقبض العلم انتزاعًا ينتزعه من العباد، ولكن يقبض العلم بقبض العلماء، حتى إذا لم يُبقِ عالِمًا اتخذ الناس رؤوسًا جهالًا، فسُئلوا، فأفتوا بغير علم، فضلُّوا وأضلُّوا))؛ متفق عليه.

Amr bin Ash mendengar Nabi berkata : "Allah tidak menghilangkan ilmu pengetahuan hamba-Nya begitu saja. Tetapi Dia menghilangkannya melalui kematian ulama. Lalu ketika tiada lagi ulama, maka masyarakat akan menjadikan orang bodoh sebagai pemimpin mereka. Manakala mereka ditanya mengenai suatu masalah, mereka menjawabnya tanpa ilmu pengetahuan. Maka mereka itu sesat dan mensesatkan". (Hadits Sahih).

Ilmu adalah cahaya. Dengannya dunia menjadi bersinar. Ketika cahaya itu padam, dunia jadi gelap. Kebodohan adalah kegelapan. Dan kita melihat serta merasakan betapa kegelapan telah menciptakan kekacauan dan petaka sosial.

Oleh: KH Husein Muhammad

 
 

Tags