Meriam Air Picu Amarah Muslim Hong Kong

 
Meriam Air Picu Amarah Muslim Hong Kong

LADUNI.ID, Carrie Lam Pemimpin Hong Kong dan Kepala Kepolisian Stephen Lo mengunjungi Masjid Kowloon yang dilaporkan terkena serangan meriam air. Dari semprotan meriam air itu terdapat bekas berwarna biru di sepanjang pintu masuk masjid.

Pada Minggu (20/10), masjid tersebut terkena semprot saat aparat kepolisian berusaha membubarkan demonstran, seperti yang dikutip AFP.

Dalam peninjauannya Lam dan Lo dikawal ketat oleh petugas keamanan Hong Kong.

Peninjauan dilakukan selama 20 menit, Senin (21/10). Mereka lantas meninggalkan lokasi tanpa berbicara sedikitpun kepada media.

Peristiwa penyemprotan masjid itu menimbulkan kemarahan di kalangan Muslim setempat dan juga pengunjuk rasa. Polisi menggunakan meriam air dicampur dengan pewarna biru serta cairan lada untuk mengidentifikasi massa yang berlari.

Pihak Kepolisian sendiri sebelumnya sudah menyatakan bahwa semprotan meriam air ke masjid itu tidak disengaja, namun mereka tidak meminta maaf. Menurut perwakilan masjid, dalam kunjungan Senin itu Lam dan Lo sudah meminta maaf secara resmi, dan permintaan maaf telah diterima.

Perwakilan juga berterima kasih kepada jemaah dan warga Hong Kong yang bahu-membahu membersihkan masjid dari cairan.

Dalam berita yang dimuat situs CNN Indonesia, Masjid Kowloon dibangun pada akhir abad ke-19 untuk melayani tentara Muslim dari India yang saat itu dikuasai Inggris.

Masjid itu kemudian mengalami pemugaran pada awal 1980-an dan menjadi pusat dakwah Islam bagi sekitar 300.000 Muslim Hong Kong.

Waktu dikonfirmasi soal permintaan maaf, kantor pemerintah Lam dan polisi tidak menanggapi. Namun, sumber kepolisian mengatakan kepada AFP bahwa kepolisian memang meminta maaf, dan perincian lebih lanjut akan dirilis kemudian.