Safari Religi dan Berziarah Waliyullah Hasan Munadi di Nyatnyono, Ungaran

Safari Religi dan Berziarah Waliyullah Hasan Munadi di Nyatnyono, Ungaran
Semarang memang gudangnya tempat wisata dan banyak sekali ditemukan tempat tempat wisata yang semuanya indah indah dan mempesona, terutamanya bagian wilayah Semarang bagian selatan yaitu daerah pegunungan, khususnya wilayah Ungaran Semarang.
 
Di Ungaran terdapat sebuah makam yang sangat dikeramatkan oleh penduduk sekitar yaitu makam waliyullah Hasan Munadi dan makam putranya waliyullah Hasan Dipuro, yang berada di sebelahnya dan dipisah jalanan. Sebuah nama Nyatnyono ungaran disini tidak akan terlepas dari makam keramat waliyullah Hasan Munadi dan Hasan Dipuro. Makam makam wali tersebut sampai saat ini masih terawat dengan sangat baik oleh masyarakat yang dipandu oleh juru kunci pemangku makam yang saat ini dipegang KH. Hasan Asy’ari.
 
Makam waliyullah tersebut terletak diatas bukit dengan pemandangan yang sangat indah, apalagi ketika sudah berada dilokasi makam anda akan merasakan ada hawa yang berbeda disamping hawa dingin yang segar yang dihasilkan karena berada dipegunungan juga ada hawa positif karena mendapat keberkahan dari waliyullah tersebut. Ketika anda sudah berada diparkir dan ingin menuju kemakam maka anda harus menaiki anak tangga yang disediakan untuk mempermudah peziarah menuju makam karena makam berada diatas.
 
Sebelum peziarah menikmati alam indah yang disajikan oleh alam semarang dengan berfoto-foto dan berselvi alangkah baiknya anda ingat tujuan awal dari rumah yaitu berziarah, lepas itu anda bisa kembali menikmati indahnya alam sekitar.

 

Makam ini (mbah Hasan Munadi dan Mbah Hasan Dipuro) berlokasi di desa Nyatnyono, Ungaran Barat, Semarang atau berada di titik GPS @-7.1490122,110.3823544 . yang mana letaknya makam tidak jauh dari obyek wisata kolam renang Siwarak, kolam renang ini sendiri berada di pinggir jalan arah menuju makam Waliyullah Mbah Hasan Munadi dan Mbah Hasan Dipuro. Jadi sebelum anda sampai di makam terlebih dahulu anda akan melihat wisata kolam renang Siwarak.
 

Jika anda berasal dari kota Semarang dan sekitarnya maka yang harus anda ketahui adalah jarak antara Semarang ke Nyatnyono yaitu berkisaran 20,1km atau kurang lebih 30menit perjalanan normal, anda bisa lewat Semarang kota menuju Solo atau bila anda dari Demak anda bisa lewat jalan tol masuk pintu tol Kaligawe dan keluar pintu tol Ungaran. Dan bila anda dari kota Solo ke lokasi makam maka berjarak 85,5km dan waktu perjalanan akan memakan waktu kurang lebih 2jam dan anda bisa lewat jalan Solo menuju Semarang.

Sejarah masjid dan desa Nyatnyono
Nyatnyono begitulah orang mengenalnya, Nyatnyono sendiri dulunya adalah sebuah masjid dan sekarang melebar menjadi sebuah desa, di desa nyatnyono sendiri terdapat sebuah masjid peninggalan kyai Hasan Munadi dan anaknya Kyai Hasan Dipuro. Kisahnya berawal dari Hasan Munadi muda mondok bersama-sama Raden / sultan Fattah yaitu raja pertama kali kerajaan demak bintoro pada Sunan Bonang, setelah sekian lama nyantri di pondok dan diketahui Sunan Bonang bahwa keduanya sudah cukup berilmu maka keduanya diberi perintah masing masing untuk menyebarkan ilmu keduanya, sedangkan Raden Fattah disuruh membuat pesantren di Glagah wangi yang sekarang dikenal Bintoro, dan Hasan Munadi disuruh kembali pulang kampung untuk menyebarkan ilmu di kampung halamannya, semarang dan sekitarnya.
 
Nama sebuah desa Nyatnyono adalah sebuah desa dimana kampung halaman Kyai hasan Munadi berasal, Nyatnyono dalam bahasa Indonesia berarti “tiba-tiba ada” cerita berawal dari Kyai Hasan Munadi yang sedang berkhalwat untuk menyebarkan islam disana, dalam khalwatnya beliau diberi isyarat untuk mendatangi sebuah tempat yang terdapat masjid tetapi sebenarnya tempat tersebut belum ada bangunan masjidnya sama sekali, disini terjadilah kejadian yang diluar jangkauan akal sehat, setelah Kyai Hasan Munadi sampai ditempat dalam isyarat khalwatnya secara tiba tiba sebuah masjid sudah berdiri tegak, yang berada dilereng gunung sukroloyo. Maka dari cerita itulah sekarang desa tersebut diberi nama nyatnyono yang berarti tiba tiba ada.
 
Makam mbah Kyai Hasan Dipuro
Kyai Hasan Dipuro adalah anak dari Kyai Hasan Munadi, mereka dimakamkan berdekatan Cuma dipisah oleh jalan menuju parkiran tetapi masih tetap bisa dilihat dari kedua sisi masing masing makam, dibelah makam terdapat sebuah masjid peninggalan mbah Kyai Hasan Munadi. Untuk menuju ke makam dan ke masjid anda harus menaiki anak tangga karena makam dan masjid berada di atas tempat parkir.

Sendang mata air Nyatnyono
Di sekitaran lokasi makam terdapat sebuah tempat pemandian yang airnya diambil dari sebuah sendang peninggalan Kyai Hasan Munadi, letak dari sendangnya sendiri tak jauh dari lokasi makam yaitu sebelum anda naik ke makam anda belok ke kanan dan anda akan menjumpai sendang nyatnyono. Sendang Nyatnyono sebenarnya juga mempunyai sejarah yang tak lepas dari mbah Kyai Hasan Munadi, yaitu bermula dari tongkatnya mbah Hasan Munadi yang ditancapkan ke tanah kemudian dicabut dan keluarlah mata air yang sekarang menjadi sendang.

Penginapan terdekat Nyatnyono
Sebelum anda masuk diwilayah Nyatnyono anda akan menemukan banyak bangunan penginapan untuk anda yang ingin mencari penginapan terkait wisata religi Nyatnyono, tetapi banyak dari peziarah yang tidur tiduran diteras masjid sebelah makam hanya untuk melepas kantuk.

 

 
 
 

 

yang Sudah Mengunjungi Safari Religi dan Berziarah Waliyullah Hasan Munadi di Nyatnyono, Ungaran