Air dan Najis (Kotoran)

  1. Hadis:

    الْمَاءُ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ

    Artinya:
    "Air itu tidak dapat mengotorkannya sesuatupun."

    Asbabul Wurud:
    Sebagaimana tercantum dalam SunAn-NaSa'i Dari Abu Said al Khudry: "Aku berjumpa dengan Nabi SAW Ketika Beliau sedang berwuduk Dari telaga Bidha'ah. Aku bertanya: Apakah kami boleh berwuduk Dari air telaga tersebut, padahal dibuang orang kedalamnya sesuatu yang busuk yang tidak disukai? Beliau menjawab: "Air itu tidak dapat mengotorkannya sesuatupun."

    Periwayat:
    Abu Daud An-NaSa'i, Dari Said al Khudry R.A Terdapat tambahan dalam Abu Daud: "thuhuur"(suci). Diriwayatkan pula oleh Thabrany dalam al-JAmirul Ausath Dari Aisyah R.A Hadis itu ditinggalkan makna tekstualnya (matruk). Syekh Walituddin al 'Iraqy setelah menyebutkan perselisihan pendapat mengenai Hadis itu mengatakan bahwa Hadis tersebut shahih. Ahmad meriwayatkannya Dari Ibnu Abbas, Daruquthny Dari Sahal ibnu Sa'ad yang mengatakan Hadis itu Dari Rasulullah SAW (marfu'). Suyuthy menandai Hadis itu Hassan.


    Al-Munawi mengatakan: "Hadis ini menurut kesepakatan (ulama) ditinggalkan makna tekstualnya jika air tersebut telah berubah disebabkan najis (kotoran). Hadis itu menunjukkan pengertian bahwa pada dasarnya air tersebut bersih kecuali berubah karena sesuatu yang mengotorkannya, baik air yang tenang maupun air yang mengalir.