Celana

  1. Hadis:

    اِتَّخذُوْا السَّرَاوِيْلَاتِ فَإنَّهَا مِنْ أَسْتَرِ ثِيَابِكُمْ وَحَصِّنُوْا بِهَا نِسَاءَكُمْ إِذَا خَرَجْنَ

    Artinya:
    "Gunakanlah oleh kalian pakaian celana, sebab celana itu pakaian yang paling dapat menutupimu dan lindungilah istri-istrimu pakaian tersebut, ketika mereka keluar."

    Asbabul Wurud:
    Menurut Al-Munawi bahwa sebab-sebab timbulnya Hadis ini adalah keterangan Ali R.A yang berbunyi: "Aku berada di sisi Nabi SAW di Baqi' saat cuaca mendung. Tiba-tiba lewatlah seorang wanita menunggang seekor keledai. kemudian ia terjatuh, maka seketika Rasulullah SAW berpaling Daripadanya. Berkatalah orang-orang bahwa perempuan itu memakai celana. Lalu Rasulullah SAW bersabda; "Gunakanlah oleh kalian pakaian celana, sebab celana itu pakaian yang paling dapat menutupimu dan lindungilah istri-istrimu pakaian tersebut, ketika mereka keluar."

    Periwayat:
    Al-'Uqaili di dalam "Ad Dhu'afa" dan oleh lbnu Adi dalam "Al-Kamil" juga Al- Baihaqi dalam "Al-Adab" dengan matan Hadis yang panjang. kemudian Al-Baihaqi mengganti dua orang perawinya yaitu Al-Uqaili dan Ibnu Adi dengan Muhammad bin Zakaria Al-'Ajla. Oleh sebab itu Al-Jauzi menilainya maudhu' (palsu). Sedangkan Ibnu Hajar hanya mendha'ifkan.


    "Saraakhilaat" adalah jenis pakaian yang tidak terlalu lebar dan tidak terlalu panjang, berasal Dari bahasa asing. Bahasa Arabnya: "sirwaalat" jamaknya "saraakhilaat." Perintah memakai "sirwaal" sunnah muakkadah sebab pakaian jenis ini merupakan pakaian yang paling dapat menutup aurat. Menurut Ad-Darimi, Nabi Ibrahim pun memakai jenis pakaian ini.