Menghadapi Serangan Belalang

  1. Hadis:

    اَلْجَرَادُ نَثْرَةُ حُوْتٍ فِي الْبَحْرِ

    Artinya:
    "Belalang itu laksana taburan ikan hitu di laut."

    Asbabul Wurud:
    Diriwayatkan oleh Ibnu Majah Dari Jabir Anas, bahwa Nabi Muhammad SAW jika menghadapi serangan belalang, Beliau berdoa: ”ALLAHUMMA AHLIKKIBAARAHU WAQTUL SHIG HAARAHU WA AFSID BAIDHAHU WAQTHA' DAABIRAHU WAKHUDZ BIAFQAAHIHI ’AN MA’AA YISYINAA WA ARZAAQINAA INNAKA SAMII'UD DU'A." (Ya Allah, bin asakan pembesar-pembesarnya, bunuhlah para pengikutnya, musnahkan telur- telurnya, putuskan anak-anak keturunannya, dan ambillah serta selamatkanlah penghidupan dan harta milik kami Dari mulut-mulut mereka sesungguhnya Engkau mendengar setiap doa." Maka bertanyalah seorang laki-laki: "Bagaimana kita berdoa untuk kehancuran musuh-musuh Allah?." Belalang itu laksana taburan ikan hitu… dan seterusnya." Menurut Ibnu Hajar, sanad Hadis ini dha'if. Al Alqami didalam catatan pinggir Dari Al Jami'us shagir menerangkan bahwa sebab doa Rasulullah SAW untuk kemusnahan belalang itu adalah apa yang Diriwayatkan oleh Al-Hakim di dalam 'Tarikh Naisaburi”, dan oleh Al-Baihaqi Dari Ibnu Umar bahwa belalang itu telah jatuh di hadapan Rasulullah SAW. dalam ceritera-ceritera berbahasa Ibrani, dilukiskan perkataan para belalang: "Kami musuh Allah yang terbesar. Kami mempunyai 99 telur jika genap menjadi seratus niscaya kami akan dapat memakan dunia dengan segala isinya." Maka berdoalah Rasulullah SAW: "Ya Allah, hancurkan belalang itu, bunuhlah yang besar, maJikan yang kecil, rusakkan telurnya dan sumbatlah mulutnya dengan tanah dan ladang kaum Muslimin, sesungguhnya Engkau mendengar setiap doa." Maka datanglah malaikat Jibril: "Hai Muhammad sesungguhnya Allah telah menjawab sebagian doamu."

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN