DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Pesantren Dar al-Tauhid didirikan oleh KH. Sanawi bin Abdullah bin Muhammad Salabi, ayah KH.Syathori.
Pondok pesantren Sabilurrosyad terletak di dusun Gasek, desa Karang Besuki, kec Sukun, kab. Malang
Pondok Pesantren Sunan Pandanaran didirikan oleh Al-Maghfurlah Al-‘Alim Al-Khafidz KH. Mufid Mas’ud dan istrinya Ny. Hj. Jauharoh Munawwir.
Pondok Pesantren As’adiyah didirikan oleh seorang ulama Bugis yang bernama Anre Gurutta KH. Muhammad As’ad Al-Bugisi yang lahir di tanah suci Makkah pada tahun 1902 dan meninggal dunia pada tahun 1952 di Sengkang Kabupaten Wajo.
KH. Ma'mun Ahmad atau yang kerap disapa dengan panggilan Mbah Ma'mun lahir di Kudus, Jawa Tengah. Beliau merupakan ke empat dari empat bersaudara, dari pasangan KH. Ahmad dan Nyai. Hj. Suparmi. Saudara-saudara beliau diantaranya, Ibu Muslimatun, Ibu Malihah, H. Abdul Muhid dan H. Ma'mun.
Drs. KH. Ali Qomaruddin, lahir pada 16 Mei 1967 Masehi di Bandar Rejo, Natar, Lampung Selatan. Sebagai anak pertama dari enam bersaudara, beliau tumbuh dalam lingkungan yang penuh nilai-nilai keislaman. Dalam kehidupan keluarga, KH. Ali Qomaruddin menikah dengan Hj. Siti Rumzanah dan dikaruniai lima orang anak, terdiri dari tiga putra dan dua putri.
Sejak dulu KH. M. Ulin Nuha Arwani dan KH. M. Ulil Albab Arwani, selaku pengasuh PTYQ Menawan Kudus bercita-cita memiliki pondok modern yang berbasis sekolah dengan mensinergikan antara Al-Qur’an, ilmu pengetahuan, serta bahasa asing.
Syaikh Imam Muhadi merupakan sosok ulama kharismatik, beliau lahir di Bagbogo pada hari Sabtu Wage, 12 Februari 1922 M, orang tuanya Bapak Ismain dan ibu Askinah. Beliau merupakan putra kelima dari kesembilan bersaudara.
Guru Zuhdi kecil memulai pendidikannya dengan belajar kepada ayahnya, setelah selesai beliau melanjutkan pendidikan formal dengan Sekolah Rakyat (SR). Setelah itu, beliau melanjutkan dengan belajar di Pondok Pesantren Al Falah Banjarbaru yang diasuh oleh Tuan Guru Sani.