DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum dengan bantuan modal awal (hibah) dari Bapak H.M. Jusuf Kalla dengan merekomendasikan kepada Anregurutta H.M. Sanusi Baco, Lc berupa lahan seluas 3,7 hektar mulai dibangun pada tahun Kemudian atas bantuan Bapak Zainal Basri Palaguna (Gubernur Sulawesi Selatan saat itu) dengan sejumlah Ulama, tokoh dan Cendikiawan Muslim di Sulawesi Selatan.
Pondok Pesantren Sunan Pandanaran didirikan oleh Al-Maghfurlah Al-‘Alim Al-Khafidz KH. Mufid Mas’ud dan istrinya Ny. Hj. Jauharoh Munawwir.
Pondok Pesantren Qamarul Huda Bagu beralamat di Jl. H. Badaruddin Bagu Kecamatan Pringgarata Lombok Tengah NTB. Berdiri pada 1 April 1962. didirikan oleh TGH. Lalu M. Turmudzi Badaruddin hingga berkembang pesat seperti sekarang ini.
Makam KH. Abdul Wahab Chasbullah Jombang di jalan Kyai Haji Wahab Hasbullah No.80, Tambak Rejo, Kec. Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur
Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) didirikan sekitar pada tahun 1825 di dusun Gedang kelurahan Tambakberas, Kec. Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur
Pesantren Kyai Parak Bambu Runcing Kab. Temanggung di jalan Coyoudan 03 RT 01, RW 13 Kauman, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung.
Yayasan Asysyahidiyyah didirikan atas prakarsa KH. Q. Ahmad Syahid, M.Sc, pada tahun 1983 dengan Akta tanggal 28 Maret 1983 No. 20 di Jl. Kapten Sangun No. 6 Tenjolaya Cicalengka Bandung Jawa Barat Indonesia, dengan tujuan untuk menaungi beberapa lembaga pendidikan dan sosial yang telah lebih dulu ada.
KH. Ahmad Zayadi Muhajir, ulama Betawi yang terkenal santun dan tawadhu` ini, lahir pada tanggal 23 Desember 1918 di Kampung Tanah 80 Klender, Jakarta Timur dari pasangan H. Muhajir bin Ahmad Gojek bin Dato KH. Muhammad Sholeh bin Tinggal bin Syafiuddin dan Umi Anisah yang merupakan orang asli Betawi.
Pesantren Az-Ziyadah dalam perkembangannya berawal dari pengajian sistem halaqah yang berpusat di masjid Al-Husna pada tahun 1948
Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf Bukit Duri Tebet atau yang kerap disapa dengan Sayyidil Walid lahir di tahun 1908 di Cimanggu, Bogor.