Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Syekh Fadhil Al-Bantani
✓ Terverifikasi Tim Riset

Syekh Fadhil Al-Bantani

1870 – 1950 M · 13.606 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Syekh Fadhil Banten atau Syekh KH. Fadhil bin Haji Abu Bakar Al-Bantani dilahirkan di Banten, Jawa Barat sekitar tahun 1287 Hijrah/1870 Masihi dan meninggal dunia di Bakri, Muar, Johor pada 29 Jamadilawal 1369 Hijrah/18 Maret 1950 M, dikebumikan di Batu 28 Langa, Muar.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan

3.    Penerus
3.1  Murid-Murid

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Pindah ke Johor
4.2  Membantu Sultan Johor

5.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Dakwah

1.1 Lahir
Syekh Fadhil Al-Bantani bin Haji Abu Bakar Al-Bantani lahir sekitar tahun 1287 atau bertepatan pada tahun 1870 di Banten.

Banten memang ramai melahirkan ulama yang terkenal, antara yang terkenal di seluruh dunia Islam ialah Syekh Nawawi Al-Bantani yang diakui oleh dunia Islam dengan gelar Imam Nawawi Ats-Tsani (Imam Nawawi yang ke-2).

1.2 Riwayat Keluarga
Syekh Fadhil Al-Bantani menikah dengan istri yang pertama. Dari pernikahannya, beliau dikaruniai empat orang anak, seorang lelaki dan tiga perempuan. Anak lelakinya ialah Haji Abdul Hamid.

Setelah istri pertamanya meninggal dunia, beliau pindah ke Bandar Muar dan menikah lagi dengan seorang janda beranak dua. Nama anaknya adalah Haji Othman bin Haji Azhari dan Haji Ali bin Haji Azhari yang meneruskan perjuangan Syekh Fadhil.

1.3 Wafat
Syekh Fadhil Al-Bantani meninggal dunia di Bakri, Muar, Johor pada tanggal 29 Jumadil Awal 1369 Hijriah/18 Maret 1950 M. Jenazah beliau dikebumikan di wilayah Batu 28 Langa, Muar.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
Selain mendapat pendidikan dari kalangan keluarga sendiri, Syekh Fadhil juga pernah belajar di berbagai pondok pengajian di Banten, ketika belajar di berbagai pesantren di Banten.

Syekh Fadhil telah mengenal beberapa thariqoh yang berada di Banten, di antaranya, Thariqoh Qodiriyah yang tersebar di seluruh Jawa yang dibawa oleh murid-murid Syekh Ahmad Khathib bin Abdul Ghaffar Sambas (lahir 1217 Hijriah/1802 Masehi, wafat 1289 Hijriah/1872 Masehi) yaitu Syekh Abdul Karim Al-Bantani (wafat 18 Safar 1315 Hijriah/19 Juli 1897 Masehi). Oleh karena itu, Syekh Fadhil dipercayai juga menjadi Mursyid selanjutnya.

Sekitar usia tiga puluhan, barulah beliau melanjutkan pendidikannya di Makkah. Setelah selesai belajar di Makkah, beliau kembali ke Tanah Air, dan setibanya setelah berada di Indonesia, Syekh Fadhil menerima Thariqoh Tijaniyah, walau bagaimana pun tidak jelas daripada siapa beliau menerima thariqoh itu. Selain belajar, di Makkah beliau membantu saudara sepupunya Hj. Halimah mengurus jamaah haji.

3. Penerus

3.1 Murid-Murid
Murid-murid Syekh Fadhil di antaranya: Sahibus Samahah Haji Ahmad Awang yang pernah menjadi Mufti Kerajaan Johor. Murid dan anak tirinya, Haji Othman Azhari, dalam buku Amalan Wirid Khaujakan dan Huraiannya, yang pada tahun 1994 adalah sebagai yang Dipertua Badan Kebajikan Jamaah Khaujakan, dan ramai lagi. Dari buku Amalan Wirid Khaujakan

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+