30 Sep 2017 Β· 3.413 dibaca · Pernikahan
Pertanyaan :
Bagaimana pendapat Muktamar tentang seorang gadis yang berselisih dengan wali mujbirnya dalam soal perkawinannya. Ia menunjuk seorang pemuda yang kufu (sepadan), sedangkan walinya menunjuk pemuda lain yang kufu pula, kemudian gadis tersebut kawin dengan pemuda yang dipilihnya dengan wali hakim.
Apakah perselisihan tersebut merupakan permusuhan yang nyata. Hingga wali mujbir tidak boleh mengawinkan tanpa izinnya dan penolakan wali dianggap sebagai ‘udhl (enggan menikahkan) sehingga dapat kawin dengan wali hakim?
Jawab : Perselisihan tersebut tidak boleh dianggap sebagai permusuhan, baik lahir maupun batin dan tidak boleh dikawinkan dengan wali hakim.
Keterangan, dari kitab:
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+