Hukum Membaca Manaqib Syekh Abdul Qadir

 
Hukum Membaca Manaqib Syekh Abdul Qadir

Membaca Manaqib Syekh Abdul Qadir

Pertanyaan :

Bagaimana pendapat Muktamar tentang orang yang mengundang tetangganya, lalu membaca Manaqib Syekh Abdul Qadir Jailani, lalu mengajukan makanan. Bagaimana hukumnya, haram, sunah, ataukah makruh?.

Jawab :

Adapun membaca Manaqib para wali, itu baik, karena dapat mendatangkan kecintaan terhadap para wali. Adapun memberi makanan itu hukumnya sunah, kalau dengan maksud memuliakan tamu, dalam hadits dinyatakan, yang artinya, “Siapa yang beriman kepada Allah, supaya menghormati tamunya”.

Keterangan, dari kitab:

  1. Misbah al-Anam wa Jala’ al-Zhulam [1]

اِعْلَمْ يَنْبَغِي لِكُلِّ مُسْلِمٍ طَالِبِ الْفَضْلِ وَالْخَيْرَاتِ أَنْ يَلْتَمِسَ الْبَرَكَاتِ وَالنَّفَحَاتِ وَاسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ وَنُزُوْلِ الرَّحْمَاتِ فِيْ حَضَرَاتِ اْلأَوْلِيَآءِ فِيْ مَجَالِسِهِمْ وَجَمْعِهِمْ أَحْيَاءً وَأَمْوَاتًا وَعِنْدَ قُبُوْرِهِمْ وَحَالَ ذِكْرِهِمْ وَعِنْدَ كَثْرَةِ الْجُمُوْعِ فِيْ زِيَارَاتِهِمْ وَعِنْدَ مُذَاكَرَاتِ فَضْلِهِمْ وَنَشْرِ مَنَاقِبِهِمْ.

Ketahuilah! Seyogyanya bagi setiap muslim yang mencari keutamaan dan kebaikan, agar ia mencari berkah dan anugrah, terkabulnya doa dan turunnya rahmat di depan para wali, di majelis-majelis dan kumpulan mereka, baik yang masih hidup ataupun sudah mati, di kuburan mereka, ketika mengingat mereka, dan ketika banyak orang berkumpul dalam berziarah kepada mereka, serta ketika mengingat keutamaan mereka, dan pembacaan riwayat hidup mereka.

[1] Habib ‘Alawi al-Haddad, Misbah al-Anam wa Jala’ al-Zhulam, (Istanbul Turki, Maktabah al-Haqiqah, 1996 M), h. 90.

Sumber: Ahkamul Fuqaha no. 206 KEPUTUSAN MUKTAMAR NAHDLATUL ULAMA KE-12 Di Malang Pada Tanggal 12 Rabiul Tsani 1356 H. / 25 Maret 1937 M.