Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Sejarah

Kubu Aneuk Manyak (KAM) #2: Tragedi Berdarah di Ujung Negeri Pidie

21 Sep 2018 Β· 2.464 dibaca · Sejarah

LADUNI. ID,  SEJARAH- Saat itulah terjadi pembaharuan antara masyarakat Pantai Selatan dengan Pesisir Timur Aceh. Banyak masyarakat yang menjalin ikatan rumah tangga di antara kedua daerah tersebut dengan melahirkan keturunan.


Inilah kisah singkat seorang Laki-laki yang bernama Tengku Murhaban, asal Meulaboh (gampÙng asal tak diketahui) melakukan perjalanan panjang ketika menyusuri pendakian di kaki gunung itu. Sekitar tahun 1932, beliau menikahi seorang dara bernama Maisarah, asal Geumpang Keumala, Pidie. 

Hasil perkawinan itu, mereka dikaruniai seorang bayi laki-laki yang menurut kisah sangat tampan. Ketika si kecli masih berusia 4 tahun, Ibunya, Maisarah, meninggal dunia. Sejak itu, si kecil hanya memiliki satu-satunya pelipur lara dan pengobat duka, yakni ayahanda tercinta, Murhaban.


Beberapa bulan lamanya, hingga pertengahan 1935, Tengku Murhaban memutuskan untuk pulang kembali ke kampung halamannnya di Meulaboh. Seusai meminta pamit dari mertuanya, dengan menjual seluruh harta benda melimpah ruah

πŸ”’
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β€” tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →