Penderitaan Adalah Hari Raya Para Pencinta, Diskusi Majas Budaya Salatiga

 
Penderitaan Adalah Hari Raya Para Pencinta, Diskusi Majas Budaya Salatiga
Sumber Gambar: YouTube/Alif Art, Ilustrasi: laduni.ID

Laduni.ID, Jakarta -  Dalam konteks kebudayaan hari ini dinilai ada kegelisahan yang diam-diam menggerogoti jiwa. Bukan sekadar sakit fisik, melainkan kepicikan pikiran dan hati yang kehilangan arah. Malam Selasa Pahing, 13 Juli 2026, di Sanggar Seni Kaligrafi Alif, Salatiga, Majas Budaya (Majelis Jaga Rasa & Budaya) menggelar diskusi dengan tema yang mengundang tanya "Agama Berobat Jalan 5x". Hadir sebagai narasumber, para kiai, budayawan, dan tokoh kota berkumpul dalam ruang penuh makna.

Acara yang berlokasi di galeri milik Abdul Gani, Ketua Lesbumi PWNU Jawa Tengah, ini membahas salah satu keresahan yang mengemuka adalah hilangnya budaya berjalan kaki. Seorang peserta mengingatkan betapa kaki kini bukan lagi sebagai alat untuk merenung dan memahami lingkungan.

"Fasiru fil ardhi," tegas Gus Minin, Cepogo, Boyolali, mengutip ayat-ayat Al-Qur’an yang menyeru manusia untuk berjalan di muka bumi. "Manusia sekarang sangat mudah menerima informasi eksternal, tapi kehilangan kemampuan untuk mendapatkan informasi internal. Kita lupa merawat rasa," imbuhnya.

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN