Negeri Laweung #1: Surga Destinasi Alam

 
Negeri Laweung #1: Surga Destinasi Alam

 

LADUNI.ID, ACEH– Salah satu destinasi wisata Aceh yang masih perawan dan mempunyai daya tarik tersendiri terletak di ujung kabupaten Pidie, tepatnya kecamatan Muara Tiga beribu kotakan Laweung. Dulunya keberadaan Laweung “tidak” ada penghuninya dan ini berdasarkan penelusuran dari nara sumber terpercaya asal usul kata ” Laweung”.

Penulis mencoba menelusuri sejarah kata Laweung dan ternyata berasal dari dua kata “La” bermakna “hana (tidak ada) dan “Ureung” artinya orang. Kombinasi dua kata ini dari masa ke masa dan perubahan logat dalam keseharian sehingga ungkapan tersebut berubah menjadi “Laweung” (Hana Ureung-tidak ada orang).

Melihat realita, fenomena Laweung saat ini benar adanya di mana banyak lahan yang kosong bahkan penduduknya juga masih minim dibandingkan luasnya wilayah kota sang “Permata Yang Hilang” itu.

Melihat potensi SDM (Sumber Daya Manusia) dan SDA (Sumber Daya Alam) negeri Laweung sangat berpotensi dikembangkan menjadi kota industri dan kota parawisata, namun para putra daerah yang lahir dari rahim Laweung tidak sedikit yang berkiprah diberbagai jenjang baik sebagai cendekiawan, ulama, politisi dan tokoh lainnya.

Hendaknya ada sang “reformis” yang mampu menggali kembali “permata yang hilang” di negeri Laweung ini. Apakah putra daerah sudah “mati suri” membangun dan menghidupkan asa leluhir demi anak cucunya?

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN