30 Sep 2018 · 6.201 dibaca · Sejarah
Laduni.ID, Jakarta - Bandara udara di kota Palu Sulawesi Tengah, pernah menjadi perhatian utama, karena wilayah Palu dan Donggala terkena musibah gempa yang sebagian mengakibatkan tsunami dengan menelan korban jiwa lebih dari 380 orang.
Bandara ini pada awalnya bernama Mosovu yang berarti “Tanah Berdebu”, namun setelah kunjungan Presiden Soekarno pada 10 Oktober 1957, Bung Karno mengubah namanya menjadi Bandara Udara Mutiara. Penamaan ini beralasan karena Palu merupakan rangkaian pernik mutu manikam mutiara khatulistiwa.
Seiring jalannya waktu, bandara ini diganti namanya menjadi Bandara Mutiara SIS Al-Jufri, setelah Menteri Perhubungan Evert Ernest Mangindaan meresmikan perubahan nama bandara tersebut pada 28 Februari 2014.
Nama SIS Al-Jufri adalah kependekan nama dari Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri yang merupakan pejuang dan pahlawan nasional di Sulawesi Tengah. Dalam sejarahnya, Sayyid Idrus telah menjadi inspirator terbentuknya sekolah di berbagai jenis dan tingkatan di Sulawesi Tengah yang dinaungi oleh organisasi Al-Khairaat hingga
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+