11 Nov 2018 · 4.254 dibaca · Sosial Budaya
LADUNI.ID, Temanggung - Keprihatinan akademisi kian menjadi ketika terjadi kerusakan bangsa di berbagai hal. Salah satu kerusakan itu adalah kerusakan bahasa dan minimnya orang berbahasa halus serta melek sastra. Untuk itu, selain menguasai literasi lama, pelajar dan mahasiswa, juga guru dan dosen didorong menguasai literasi baru sebagai solusi untuk menghadapai bahkan menundukkan era Revolusi Industri 4.0.
Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Temanggung Hamidulloh Ibda saat menjadi pemateri tunggal dalam Seminar Literasi, Pengumuman Pemenang Lomba Cipta Puisi dan Peluncuran Antologi Puisi Patriot Is Me di aula lantai 3 STAINU Temanggung, Jawa Tengah, pada Sabtu (10/11) kemarin.
Hamidulloh Ibda juga mengatakan literasi era Revolusi Industri 4.0 tidak cukup literasi lama, namun harus diperkuat dengan literasi baru. "Pemerintah telah merumuskan tiga solusi kemajuan bangsa. Mulai dari kompetensi, karakter dan literasi," beber dia dalam seminar tersebut.
Dia juga melanjutk
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+