Syekh Zainuddin al-Malibari

 
Syekh Zainuddin al-Malibari

Nama lengkap beliau adalah Syaikh Zainuddin bin ‘Abdul ‘Aziz bin Zainuddin bn ‘Ali Al Malibari Al Fannani Asy Syafi’i, nama lain beliau adalah Makhdum Thangal, Zainuddin Al-Tsani. Lahir di Malibar (Malabar), India Selatan. Tahun kelahiran beliau tidak dapat diketahui secara pasti. Beliau wafat di Funnan/Ponani, India pada tahun sekitar tahun 972 H atau 987 H/1579 M.

Penyusun kitab Fathul Mu’in ini lahir dan besar di lingkungan keluarga ulama. Ayahnya, Syekh Abdul Aziz, adalah seorang ulama kenamaan yang juga memiliki karya yang dikenal di dunia Islam. Karya­nya antara lain kitab Irsyadul Alba’ dan Maslakul Adzkiya’, keduanya syarah atas kitab Hidayatul Adzkiya’, yang ditulis oleh ayahandanya sendiri, Syaikh Zainuddin bin Ali, yang dikenal dengan julukan “Zainuddin Al Awwal”.

Syaikh Zainudin bin Ali atau Zainuddin Al-Awwal sendiri adalah juga ulama besar yang karya-karyanya menjadi rujukan umat Islam di seluruh dunia. Karyanya yang paling termasyhur antara lain kitab Hidayatul Adzkiya’, yang disyarah oleh banyak ulama sete­lah­nya, di antaranya oleh Sayyid Bakri bin Muhammad Syatha dalam kitabnya yang berjudul Kifayatul Atqiya’ wa Min­haj al-Ashfiya’ Syarh ‘ala Hidayah al-Adzkia’. Beliau dikenal sebagai pakar Fiqih Madzhab Syafi’i dan Tasawwuf.

Syaikh Zainuddin bin ‘Abdul ‘Aziz Al Malibari atau yang dikenal dengan “Zainuddin Ats Tsani” ini merupakan keturunan bangsa Arab. Beliau dikenal pula dengan julukan “Makhdum Thangal”. Julukan ini dikaitkan dengan daerah tempat dirinya tinggal. Ada juga yang menyebutnya dengan nama “Zainuddin Makh­dum”, atau “Zainuddin Thangal”. Julukan ini mencerminkan keutamaan dan penghormatan masyarakat setempat kepada dirinya.

Sebagai ulama yang memiliki keluhuran ilmu, Syaikh Zainuddin Al-Malibari menyajikan pemahaman dan pemikirannya tentang agama ke dalam berbagai kitab. Mulai dari bidang Aqidah, Fiqih, Tasawwuf, Sejarah, hingga Sastra.

Di antara karya-karya beliau adalah :

  1. Kitab Al-Isti’dad lil Maut Wasu’al Qubur (Aqidah).
  2. Kitab Qurratul ‘Ain Bimuhimmatid Diin (fiqih; kitab matan Fathul Mu’in).
  3. Kitab Fathul Mu‘in fi Syarh Qurrah al-‘Ayn (fiqih; dikomentari oleh Syaikh Sayyid Muhammad Syatho’ Ad Dimyati (W. 1310 H) dengan nama Kitab Hasyiyah I’anatuth Thalibin).
  4. Kitab Irsyadul ‘Ibad ila Sabilir Rasyaad (masalah fiqih disertai nasehat & hikayat).
  5. Kitab Tuhfatul Muj­tahidin fi Ba‘adh Akhbar Al Burtu­ghalin (sejarah).

Sepanjang hayatnya, Syekh Zainuddin Al Malibari menyibukkan diri dengan kegiatan keilmuan keislaman. Dengan begitu, beliau menghasilkan karya-karya yang bermanfaat untuk umat Islam sampai dengan saat ini.

Tentang masa wafatnya beliau, para ulama mengalami perbedaan pendapat. KH Sirajuddin ‘Abbas dalam Tobaqotussafi’iyyah mencatat wafatnya tahun 972 H. Pentahqiq kitab Nihayatuzzain terbitan Dar Kutub Al Islamiyyah, Habib ‘Alwi Abubakar Muhammad As Saqqof menulis tahun wafatnya 987 H / 1579 M.

Karena berbedanya ahli sejarah menentukan masa wafatnya, murid Syekh Ibnu Hajar Al Haitami tersebut, yang jelas sebagaimana yang telah ditulis Syekh Nuruddin Marbu Al Banjari Al Makki dalam kitabnya Ma’lumatu Tuhimmuka, tahun wafatnya adalah pada awal abad 10 H. Syekh Zainuddin Al Malibari dimakamkan di pinggir Kota Fannon, India, di samping Masjid Agung Fannnon.
 

Sumber: Dari Berbagai Sumber

 

Info lengkap tentang biografi ulama, silakan buka di https://wiki.laduni.id/Main_Page