Pesantren Walisongo Cukir Jombang

Memperoleh Donasi Sebesar : Rp 0. Donasi Sekarang
 
Pesantren Walisongo Cukir Jombang

Profil

Pondok pesantren Putri Walisongo terletak di Jl. Irian Jaya: 61 Cukir Diwek Jombang. Tepatnya di sebelah Barat Pabrik Gula Tjoekir, sebelah Barat pertigaan lampu merah di dekat pabrik Gula Tjoekir tersebut.

Ada beberapa periode dimana Pondok Pesantren Putri Walisongo Cukir Jombang Berdiri, yaitu masa permulaan pada tahun 1951, masa perkembangan pada tahun 1953-1975, dan masa penerbitan pada tahun 1970 sampai sekarang. Berbicara tentang Pondok Pesantren Putri Walisongo Cukir Jombang dan dinamikanya, maka tidak dapat dipisahkan dari sejarah “Perguruan Mu’allimat”, sebab adanya Pondok Pesantren ini disebabkan adanya Perguruan Mu’allimat (sekolah formal) yang lahir sebelumnya.

Pada tahun 1951 M, berkumpullah orang-orang terkemuka dan kepala Madrasah Kecamatan Diwek dan sekitarnya untuk membahas tentang kelanjutan pendidikan siswi tamatan Ibtidaiyyah yang tidak mampu melanjutkan pendidikan studi keluar daerah, karena terbentur masalah biaya. Akhirnya tercetuslah ide untuk mendirikan lembaga pendidikan setingkat SLTP dan SLTA (sekarang SMP-SMA sederajat) yang kemudian lahir Madrasah Mu’allimat.

Kepercayaan masyarakat terhadap Madrasah ini semakin bertambah bahkan siswi dari luar Diwek pun mulai berdatangan, sehingga pada tahun 1952 M. timbullah gagasan untuk membuat asrama sebagai temoat tinggal para siswi yang rumahnya jauh atau berasal dari luar dareah dan direalisasi dengan nama “Walisongo” sebuah nama pemberian ibu Nyai Hj. Halimah (beliau adalah istri kedua dari KH. Adlan Aly).

Berawal dari jumlah santri yang hanya tujuh orang dan menempati satu kamar dapur, KH. Adlan Aly mengajarkan kitab kuning dari berbagai disiplin ilmu antara lain hadis, fiqih, akhlaq tauhid, dan terkait degan semua itu. Metode pengajarannya memakai system bandongan atau halaqah, yaitu Kyai atau ustadzah membaca suatu kitab sedangkan para santri menyimak kitab masing-masing dan memberi arti atau catatan didalamnya. Pengajian seperti ini ditujukan terutama untuk menambah kualitas kemampuan ilmu para santri yang dilaksanakan diluar jam sekolah sebagai kegiatan ekstra kurikuler. Disamping mengajar, KH. Muhammad Adlan Aly menyimak anak atau santri yang menghafal al-Qur’an.

Pengasuh 

  1. KH. Adlan Aly
  2. Kh. Ahmad Hamdan Aly
  3. KH. Abdul Djabbar
  4. Nyai Hj. Nihayah Abdul Djabbar Adlan
  5. Nyai Shalihah
  6. Nyai.Hj. Musyafa'ah Adlan
  7. KH. Amir Jamiluddin

PENDIDIKAN

​​Pendidikan Formal

  1. MI
  2. MTs
  3. MA
  4. SMK

​​Pendidikan Non Formal

  1. Tahfidzul Qur’an (TQ)
  2. Madrasah Diniyah (MD)
  3. Majelis Taklim 

Baca juga :  Menyemir Rambut dengan Warna Hitam, Bolehkah?

EKSTRAKURIKULER

Pesantren ini memiliki Ekstrakurikuler sebagai berikut:

  1. Kajian kitab
  2. Berlatih Pidato (Mukhadoroh)
  3. Seni Baca Al-Qur’an (Tilawatil Qur’an)
  4. Kajian Kitab Kuning 
  5. Khitobahan (Ceramah/Pidato)
  6. Seni Kaligrafi
  7. Muhadatsah ( Belajar berbicara bahasa Arab & Inggris )
  8. Olahraga
  9. Hadrah
  10. Drum Band
  11. Pramuka 
  12. Komputer
  13. Mujahadah
  14. Ziarah Kubur
  15. Jurnalistik
  16. Ketrampilan hidup: Multimedia, Tata Boga



Bahtsaul Masa'il di pesantren Walisongo


Kajian kitab kuning di pesantren Walisongo

FASILITAS

Pesantren ini memiliki fasilitas sebagai berikut:

  1. Gedung milik sendiri
  2. Gedungsekolah
  3. Masjid 
  4. Aula serbaguna
  5. Lapangan Olahraga
  6. Sarana olahraga
  7. Perpustakaan
  8. Laboratorium komputer
  9. Dapur
  10. Asrama


Gedung Sekolah di pesantren Walisongo


Lapangan olahraga dengan latarbelakang gedung sekolah di pesantren Walisongo


Baca juga :   Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Lampung

ALAMAT

Jalan Irian Jaya NO 61 Cukir, Jombang


Kode Pos       :    61471

Telepon          :  (321) 864-207

KUNJUNGI JUGA

 

 

Yuk Ngaji Qur’an yang dilengkapi terjemah dan penjelasan di Laduni

 

 

Relasi Pesantren Lainnya

  • Belum ada pesantren yang berelasi dengan pesantren ini.