12 Dec 2018 Β· 1.636 dibaca · Sosial Budaya
LADUNI.ID, Jakarta - Menjadi peneliti tidak mudah, apalagi di tengah konservatisme yang kian menguat. Tapi, di antara para peneliti LIPI bidang ilmu sosial dan humaniora, yang paling bisa beradaptasi dengan pertumbuhan teknologi digital, menurut saya adalah Amin Mudzakkir. Alasannya sepele, ia merupakan peneliti dengan followers terbanyak di antara peneliti LIPI lainnya, 12.462. Untuk level internal yang memiliki tingkat keseriusan tinggi, ini jumlah yang sangat banyak.
Tentu saja itu tidak didapatkan dengan mudah. Konsistensi dan militansi dalam menyampaikan gagasan dengan melakukan proses penyederhanaan di status Facebook membuat namanya terus berkibar dan menjadi perbincangan. Di sisi lain, landasan politik moral yang dipilihnya, membuatnya tidak abu-abu dalam memandang satu isu.
Di tengah gelombang Islamisasi dan hadirnya reuni 212 yang membuat sejumlah akademisi lebih banyak diam dan gamang, belio dengan lantang langsung bilang itu merupakan gerakan konservatif Islam.
Sikap ini menguatkan basis massa followers-nya yang
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+