15 Jan 2019 · 8.185 dibaca · Kepemimpinan
Baiat secara harfiah berarti kesepakatan atau transaksi dan perjajian. Kata ini memiliki akar yang sama dengan baya’a yang berarti menjual. Orang arab biasa mengakatan jarat al-ba’iatu fi as-suqi, yang artinya kesepakatan telah dilakukan di pasar. Pastiya baiat mengandaikan keterlibatan dua belah pihak. Tidak ada baiat yang dilakukan hanya oleh seseorang atau sepihak saja.
Sepanjang sejarahnya, term baiat digunakan dalam berbagai wacana keislaman dari keimanan (aqidah), politik (siyasah), hingga mistik Islam (thariqah). Kata baiat pertama kali digunkan dalam khazanah Islam oleh Rasulullah SAW ketika mengikat janji dengan para jama’ah haji dari Madinah yang terkenal dengan Baiat Al-Aqabah. Baiat alAqabah ini terjadi secara bergelombang selama tiga tahun berturut-turut.
Baiat al-Aqabah pertama terjadi pada tahun 11 dari kenabian. Setiap musim haji Rasulullah SAW (dan para segenap pendahulunya) adalah tuan rumah bagi para peziarah yang datang dari berbagai penjuru. Seperti biasanya, Rasulullah selalu menemui para tamu yang datang untuk mengunjung
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+