12 Dec 2024 · 857 dibaca · Kolom
Laduni.ID, Jakarta - Peristiwa jatuhnya Presiden Suriah, Bashar Assad, ke tangan kelompok pemberontak merupakan salah satu episode paling mencengangkan dalam sejarah modern Timur Tengah.
Rezim Assad yang telah memerintah selama lebih dari dua dekade akhirnya tumbang setelah bertahun-tahun konflik brutal. Peristiwa ini disambut secara kontras oleh berbagai pihak, mulai dari euforia kelompok Islam tertentu, seperti masyarakat Saudi yang menentang Assad, hingga "kegelisahan" di blok-blok kekuatan global seperti Rusia dan Iran.
Namun, dampak dari kejatuhan ini tidak hanya terbatas pada Suriah, melainkan memicu dinamika baru di kawasan Timur Tengah, terutama dengan meningkatnya campur tangan kekuatan global seperti Amerika Serikat dan Israel.
Mengamati Konteks Kejatuhan Assad dan Respons Dunia Arab
Selama ini Bashar Assad dikenal sebagai pemimpin otoriter yang memerintah dengan tangan besi, namun ia juga merupakan sekutu penting bagi blok anti-Barat di kawasan, terutama Rusia dan Iran.
Ketika pemberontakan pec
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+