Tips Imam Al-Ghazali Menanamkan Akhlak Sejak Dini pada Diri Seorang Anak
Laduni.ID, Jakarta - Di zaman sekarang ketika gawai lebih sering menjadi “pengasuh” daripada orang tua, rasanya kita perlu meluangkan waktu sejenak untuk merenungkan pesan Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin terkait cara mendidik akhlak seorang anak. Dalam pandangan Imam Al-Ghazali pendidikan anak adalah dasar sebuah bangunan peradaban. Karena hal ini mencakup bagaimana kita menanamkan akhlak, membentuk jiwa, dan menyelamatkan masa depan umat.
Dalam Bab Bayanut thoriq fi riyadhotish shibyan fi awwali nasyuihim wa wajhu ta’dibihim wa tahsini akhlaqihim, Imam Al-Ghazali membuka pembahasannya dengan satu penegasan mendasar, bahwa anak adalah amanah. Hatinya masih bening, jiwanya laksana permata yang belum terukir. Apa pun yang ditanamkan kepadanya sejak kecil, itulah yang akan tumbuh dan menetap. Imam Al-Ghazali menyatakan dengan tegas begini:
والصبيان أَمَانَةٌ عِنْدَ وَالِدَيْهِ وَقَلْبُهُ الطَّاهِرُ جَوْهَرَةٌ نَفِيسَةٌ سَاذَجَةٌ خَالِيَةٌ عَنْ كُلِّ نَقْشٍ وَصُورَةٍ وَهُوَ قَابِلٌ لِكُلِّ مَا نُقِشَ وَمَائِلٌ إِلَى كُلِّ مَا يُمَالُ بِهِ إِلَيْهِ
UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN
Masuk dengan GoogleDan dapatkan fitur-fitur menarik lainnya.
Support kami dengan berbelanja di sini:
Rp68.000
Rp344.000
Rp124.000
Rp295.400
Memuat Komentar ...