Debat dengan Orang Bodoh Lebih Baik Dihindari Saja
Laduni.ID, Jakarta - Perbincangan hangat seputar debat antara Gus Ajir Ubaidillah dan Heri Prass ramai dibahas di ruang digital. Tanpa perlu menguliti personalia, publik dapat menilai satu hal mendasar, yaitu tentang ilmu yang bersanad berhadapan dengan konten yang gemar memprovokasi. Gus Ajir hadir dengan rujukan, metodologi, dan tradisi keilmuan Ahlussunnah wal Jama‘ah yang hidup di kalangan ulama, kyai, habaib, khususnya di Nusantara. Yang mana tradisi ini telah berakar, beradab, dan berjejak sejarah. Sementara itu, model konten provokatif lebih sering mengandalkan potongan dalil, generalisasi, dan olok-olok terhadap amalan yang telah dipraktikkan umat Islam Nusantara selama berabad-abad.
Di titik ini, menurut saya syair Imam Syafi‘i memberi semacam kompas untuk mengetahui kapan menjelaskan, dan kapan harus menahan diri. Menjelaskan, ya ketika maslahatnya jelas, audiensnya siap, dan ilmunya bersandar. Menahan diri, juga ya diperlukan ketika perdebatan hanya memperlebar jurang, memberi panggung pada fitnah, dan mengaburkan adab.
Dalam bait-bait syairnya, Imam Syafi’i berkata:
UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN
Masuk dengan GoogleDan dapatkan fitur-fitur menarik lainnya.
Support kami dengan berbelanja di sini:
Rp500.000
Rp152.000
Rp299.000
Rp344.000
Memuat Komentar ...