Ning Sheila: Perempuan Tidak Minta Setara, Tapi Ingin Dihormati
Laduni.ID, Jakarta - Isu kesetaraan gender di lingkungan pesantren kembali menjadi perhatian publik. Sebagian kalangan menilai perempuan masih mengalami ketimpangan relasi dengan laki-laki, baik dalam rumah tangga maupun ruang sosial. Namun di sisi lain, banyak tokoh pesantren menegaskan bahwa Islam sejatinya telah memberikan penghormatan besar kepada perempuan. Salah satu pandangan menarik datang dari Ning Sheila Hasina dalam kajian tentang “isu-isu misoginis dan ketimpangan relasi laki-laki dan perempuan di lingkungan pondok pesantren.”
Dalam kajiannya, Ning Sheila menegaskan bahwa perempuan tidak sedang menuntut kesetaraan mutlak dengan laki-laki, melainkan menuntut penghormatan terhadap martabat mereka. Ia mengatakan bahwa banyak gerakan feminisme di pesantren lahir bukan karena perempuan tidak memahami syariat, tetapi karena sebagian laki-laki melupakan kewajibannya terhadap perempuan.
Pandangan ini menarik karena mencoba menempatkan isu gender bukan dalam bingkai pertarungan laki-laki dan perempuan, tetapi dalam bingkai tanggung jawab moral dan keadilan syariat. Al-Qur’an menegaskan bahwa laki-laki dan perempuan sama-sama memiliki kedudukan mulia di sisi Allah SWT berdasarkan ketakwaannya.
UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN
Masuk dengan GoogleDan dapatkan fitur-fitur menarik lainnya.
Support kami dengan berbelanja di sini:
Rp119.000
Rp137.500
Rp115.500
Memuat Komentar ...