Saat Waktu terus Berjalan dan Tak Akan Kembali
Laduni.ID, Jakarta - Waktu hidup itu singkat. Tahu-tahu baru saja sahur, tahu-tahu sudah adzan. Baru saja Ashar, tahu-tahu sudah Magrib. Yang kemarin anak-anak, tahu-tahu sudah punya anak. Tahu-tahu, tahu-tahu, waktu hidup itu habis.
Kalimat yang sering disampaikan oleh almarhum KH. Zainuddin MZ tersebut terdengar sederhana, tetapi menyimpan renungan yang sangat mendalam. Hampir setiap orang pernah merasakan bagaimana cepatnya waktu berlalu. Baru saja memulai aktivitas di pagi hari, tiba-tiba malam telah tiba. Baru saja menyambut tahun baru, tahu-tahu sudah berada di penghujung tahun. Yang dahulu masih duduk di bangku sekolah, kini telah menjadi orang tua. Begitulah waktu bekerja. Ia terus berjalan tanpa pernah berhenti menunggu siapa pun.
Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, manusia sering kali terjebak dalam kesibukan tanpa menyadari bahwa usia terus berkurang. Kita sibuk mengejar pekerjaan, pendidikan, popularitas, dan berbagai urusan dunia lainnya, tetapi sering lupa bahwa setiap detik yang berlalu sesungguhnya sedang membawa kita semakin dekat kepada akhir perjalanan hidup. Karena itulah Islam memberikan perhatian yang sangat besar terhadap waktu. Bahkan Allah SWT bersumpah dengan waktu dalam Al-Qur'an, sebuah bentuk penegasan tentang betapa pentingnya nikmat tersebut.
UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN
Masuk dengan GoogleDan dapatkan fitur-fitur menarik lainnya.
Support kami dengan berbelanja di sini:
Rp1.380.000
Rp115.875
Rp299.000
Rp130.000
Memuat Komentar ...