Literasi dalam Islam : Perbedaan Syarah dan Ta'liq

 
Literasi dalam Islam : Perbedaan Syarah dan Ta'liq

Baca : Literasi dalam Islam : Perbedaan Syarah dan Taqrir

LADUNI.ID - Istilah “ta’liq” (التعليق) disebut juga “ta’liqoh” (التعليقة). Bentuk jamaknya adalah “ta’liqot (التعليقات) atau “ta’aliq” (التعاليق). Secara bahasa, makna ta’liq adalah “komentar” atau “penjelasan” atau “catatan”. Kalimat yang berbunyi “u’alliqu ‘ala kalamihi” bermakna, “Saya mengomentari ucapannya”

Adapun dalam istilah ulama yang menulis kitab, makna “ta’liq” secara umum mirip adalah hasyiyah. Jadi, siapapun yang telah memahami dengan baik perbedaan “syarah” dengan “hasyiyah”, insya Allah juga sudah memahami secara umum makna “ta’liq” dan perbedaannya dengan “syarah”. Silakan dibaca catatan saya yang berjudul “Apa Bedanya Syarah Dengan “Hasyiyah”?” Sebagian ulama malah menegaskan bahwa “ta’liq” itu adalah sinonim dari “hasyiyah”. Contoh ulama yang menyamakan “hasyiyah” dengan “ta’liq” adalah Haji Kholifah. Beliau berkata,

الحاشية عبارة عن أطراف الكتاب، ثم صار عبارة عما يكتب فيها، وما يجرد منها بالقول، فيدون تدويناً مستقلاً، ويقال لها: تعليقة أيضاً. (كشف الظنون عن أسامي الكتب والفنون (1/ 623)

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN