Tata Cara Mandi Junub bagi Perempuan

 
Tata Cara Mandi Junub bagi Perempuan
Sumber Gambar: Foto oleh Vlada Karpovich dari Pexels

Laduni.ID, Jakarta - Kedua rukun mandi junub untuk laki-laki juga berlaku bagi wanita. Namun, di sini ada sedikit perbedaan, dimana salah seorang istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yakni Aisyah radliyallahu ‘anha memberikan keterangan seperti berikut ini:

“Kami (para istri Nabi), apabila salah seorang diantara kami junub, maka dia mengambil (air) dengan kedua tangannya 3 kali kemudian menyiramkannya di atas kepalanya. Kemudian dia mengambil air dengan satu tangannya lalu menyiramkannya ke bagian tubuh yang kanan dan dengan tangannya yang lain ke bagian tubuh yang kiri.”

Baca Juga: 
0211. Pentingnya Menjaga Kesucian dari Najis Air Kencing

Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Abu Dawud. Kemudian, ada keterangan lain bahwa wanita ketika mandi junub tidak wajib membuka ikat rambutnya. Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Ummu Salamah radliyallahu ‘anha yang berkata, bahwasanya beliau pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Ya Rasulullah, sesungguhnya aku adalah wanita yang mengikat rambut kepala dengan kuat, lalu apa saya harus membukanya untuk mandi jinabat? Beliau menjawab: Tidak harus, cukup bagimu menuangkan air di atas kepalamu sebanyak 3 kali tuangan, kemudian siramkan air ke badanmu, dengan demikian kamu menjadi suci.”

Hadits ini banyak diriwayatkan, terutama oleh Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Imam Muslim dan ‘Aunul Ma’bud. Keterangan ini sedikit berbeda dengan saat wanita hendak mandi besar karena haidl, dimana wanita yang bersuci karena haidl haruus menggosok kepalanya dengan sungguh-sungguh. Dalam artian adalah rambut harus diurai supaya bisa yakin bahwa air bisa sampai ke pangkal rambut dan kulit kepala.

Tetapi masalah menguraikan rambut ini tidak disebutkan bagi wanita yang bersuci karena junub. Kenapa? Karena mandi junub ini intensitasnya lebih sering sehingga jika setiap kali hendak mandi harus menguraikan rambut, mungkin wanita akan merasa kesulitan. Sementara untuk mandi karena haidl, menguraikan rambut perlu dilakukan karena haidl kan terjadi setidaknya hanyasekkali saja dalam satu bulan.

Baca juga: 
0212. Hukum Berwudhu Ketika akan Mandi besar Menurut Para Ulama

Dengan demikian, keterangan tata cara mandi junub untuk wanita adalah sebagai berikut:

1. Niat sebagaimana yang telah dicantumkan di atas (dan menurut para ulama, niat itu tempatnya ada di dalam hati)

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Artinya :
"Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadats besar fardhu karena Allah Taala."


2. Mencuci tangan sebanyak 3 kali
3. Membersihkan kemaluan serta kotoran yang ada dengan menggunakan tangan kiri
4. Mencuci tangan setelah membersihkan kemaluan tersebut dengan cara menggosokkannya ke lantai atau tanah, atau bisa juga dengan menggunakan sabun
5. Berwudlu
6. Menyiramkan air ke kepalanya sebanyak 3 kali (dimana di sini disebutkan tidak wajib menguraikan rambut)
7. Menyiramkan air ke semua badan, yang dimulai dari anggota tubuh yang kanan, baru kemudian yang kiri

Baca Juga: 
0213. Apakah Wajib Mandi Besar karena Mimpi Bersetubuh tidak Keluar Mani?

Tata cara mandi junub seperti ini sama seperti yang tata cara mandi junub untuk laki-laki. Artinya adalah tidak wajib. Asalkan kedua rukun mandi junub sudah terpenuhi, maka hal ini dianggap sudah mencukupi.Pun demikian, tata cara yang seperti ini lebih disukai karena didasarkan pada hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.