08 Mar 2019 Β· 1.332 dibaca · Aswaja
LADUNI.ID, Jakarta - KH. Salahuddin Wahid (Gus Sholah) menanggapi hasil Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama PBNU di Banjar Jawa Barat yang memutuskan tidak menggunakan kata kafir pada non muslim pada Halaqah ke-6 Komite Khittah NU 1926 pada Rabu (06/03/2019) di Pesantren Al Qutub Cipadung Bandung.
Menurut KH. Shalahuddin Wahid (Gus Sholah), kata kafir tak perlu dihilangkan dan diganti penggunaannya dengan kalimat lain, hanya saja penggunaannya perlu dilakukan secara arif dan bijaksana.
“Emang ada di antara kita yang mengatakan ‘Kafir loe!’ Kan gak ada. Dan mana ada kita yang manggil ‘Hei kafir!’ Kan nggak ada,” tutur cucu Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari ini.
Menurut beliau berbicara mengenai kata kafir dalam forum ilmiah tidaklah masalah. Maka dari itu, lanjut tokoh sepuh NU tersebut, keputusan mengenai penggantian sebutan kafir itu seharusnya tidak perlu dikeluarkan oleh PBNU.
“Kita cuma memberikan pengertian bahwa yang dimaksud kafir itu bukan secara teologis tetapi secara sosial,”
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+