LADUNI.ID - Sejak tadi malam, banyak yang membincangkan tentang kepiawaian Kiai Ma'ruf Amin (KMA) selama debat antar Cawapres berlangsung. Mereka yang selama ini meragukan kemampuan KMA, lamat-lamat sudah terjawab. Tentu ini akan banyak mempengaruhi "undecided voters" yang memilih untuk menentukan pilihan pada detik-detik akhir.
Bagi kami, para aktivis dan intelektual Nahdhatul Ulama, sosok KMA sudah sangat dikenal keahliannya dalam paham keagamaan, wacana politik, bahkan soal organisasi. KMA adalah matahari NU yang selama hidupnya malang-melintang dalam NU, baik sebagai ahli fikih maupun organisatoris yang mengendalikan struktur organisasi NU. Posisi KMA sebagai Rais 'Am, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, dan politisi PPP di masa Orde Baru dan Dewan Syura PKB di masa Reformasi, dapat menjadi dalil sahih tentang kepiawaian KMA dalam memadukan antara intelektualisme dan aktivisme politik. Tidak banyak sosok yang mampu menggabungkan antara kemewahan intelektualisme dan kepiawaian dalam politik. Itulah sosok KMA.
Jauh sebelum debat Cawapres ber
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+