19 Apr 2019 Β· 1.779 dibaca · Internasional
LADUNI.ID, Malaysia - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad akhirnya menyetujui proyek kereta cepat yang memiliki nama resmi Jalur Kereta Pesisir Timur (ECRL). Sebelumnya pada bulan Januari yang lalu, Mahathir pernah menyatakan proyek kereta cepat hanya akan membuat negaranya bertambah miskin. lantas, apa sebenarnya alasan Mahathir menyetujui proyek kereta cepat yang dibiayai oleh pinjaman dari China tersebut?
Dalam konferensi pers seperti dilansir The Star Senin (15/4/2019), Mahathir menyatakan terdapat penurunan biaya hingga 32,8 persen terkait proyek yang dibiayai China itu.
"Setelah melalui negosiasi yang panjang dan alot, baik pemerintah Malaysia dan China mendapatkan kata sepakat tentang kontrak ECRL ini," jelas Mahathir.
Dia menjelaskan harga semula proyek yang mencapai 66 miliar ringgit, sekitar Rp 225,6 triliun, kini turun menjadi 44 miliar ringgit, atau Rp 150,4 triliun.Dengan demikian, biaya produksi kereta cepat itu turun dari 98 juta ringgit per km, sekitar Rp 335 miliar, turun cukup banyak hingga 68 ju
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+