Begini Makna dan Perbedaan Taubat, Inabah dan Istighfar

 
Begini Makna dan Perbedaan Taubat, Inabah dan Istighfar

LADUNI.ID, Jakarta - Di dalam tasawuf, kata taubat dan inabah menunjukkan dua stasiun atau dua makam yang berbeda. Dalam sebuah kitab tasawuf dikatakan bahwa dalam perjalanan kita menuju Allah, taubat adalah maqam yang kedua dan inabah adalah maqam yang keempat. Maqam yang pertama ialah yaqazhan atau kesadaran. Dalam Yaqazhan itu, kita tiba-tiba disadarkan oleh Allah dengan keburukan-keburukan yang pernah kita lakukan, dengan penyiaan waktu kita selama ini, dan dengan kejatuhan kita dari Allah.

Boleh jadi kita disadarkan oleh satu kejadian yang menimpa kehidupan kita atau oleh nasihat orang lain. boleh jadi, kita disadarkan karena kita ikut pesantren kilat atau karena perenungan kita sendiri. Allah memiliki berbagai cara untuk menyadarkan kita. akan tetapi dalam tasawwuf atau menurut ayat Alquran, manusia paling banyak disadarkan oleh musibah.

Dari yaqazhan, orang meningkat ke tobat, maqam yang kedua; dari tobat naik ke maqam yang ketiga, yaitu muhasabah. Setelah maqam muhasabah, barulah maqam inabah. Yang akan kita bicarakan lebih jauh ialah tobat dan inabah.

Entah taubat ataupun inabah kedua-duanya berarti kembali kepada Allah. Ada istilah lain yaitu istighfar. Kita menyebut istigfar juga sebagai tobat. Namun dua istilah ini memiliki arti yang berbeda. Istighfar dalam bahasa Arab artinya bukan kembali.

Istighfar ini berasal dari kata ghafara yang artinya menutup. Dalam bahasa Arab klasik, perban untuk menutup luka atau satu penutup kepala untuk melindungi kepada dari gangguan, atau semacam helm, disebut

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN