Menjemput Keberkahan Ramadhan Via Iktikaf Sepuluh Akhir

 
Menjemput Keberkahan Ramadhan Via Iktikaf Sepuluh Akhir

LADUNI. ID, KOLOM-Bulan Ramadhan hanya tinggal beberapa hari lagi di fase sulus (sepertiga) terakhir Ramadhan.

Setidaknya dalam sepuluh terakhir ini kita terus meningkatkan produktivitas ibadah salah satunya 'itikaf di mesjid.

Perbuatan ini merupakan ibadah yang sangat giat di lakukan oleh babinsa nabi Muhammad Saw.Penjelasan tersebut sebagaimana di sebutkan oleh Syekh Ibnu Hajar Al Asqalani dalam karya beliau Bulughul Maram,  tentang hadist permasalahan i’tikaf.

Di ungkapkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beri’tikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau diwafatkan oleh Allah. Lalu istri-istri beliau beri’tikaf setelah beliau wafat.. (HR. Muslim no. 1172).

Dalam pelaksanaan ibadah iktikaf ini, boleh berbicara perkara yang bukan ibadah, tapi kadang-kadang dan bukan terus-menerus. Sesuai dengan kebutuhan tidak berlebih-lebihan.

Namun esensial iktikaf tetap menggunakan waktunya untuk memperbanyak doa, dzikir, shalat  dan ibadah lainnya.

Setidaknya dengan beriktikaf di masjid kalaupun jatuh malam Lailatul qadr yang hanya satu malam saja dan itupun hanya saja ia malam yang tidak bisa dipastikan kita telah berada pada malam itu dalam ibadah.

Korelasi iktikaf Rasulullah Saw dengan sepuluh terakhir Ramadhan itu kemungkinan terjadinya lailatul qadar pada fase sepuluh akhir Hanya saja yang paling diharapkan dan terkhusus malam-malam ganjil, baik 29, 27 atau lainnya.

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN