Perkara Makruh dalam Puasa Ramadhan yang Sering Diabaikan

 
Perkara Makruh dalam Puasa Ramadhan yang Sering Diabaikan

Laduni.ID, Jakarta - Puasa selalu hadir setiap Ramadan sebagai ritual tahunan yang dijalankan jutaan Muslim di seluruh dunia. Suasana sahur, adzan magrib, dan kebersamaan berbuka sering kali menjadi wajah yang paling tampak dari ibadah ini. Namun di balik rutinitas tersebut, tersimpan dimensi hukum dan spiritual yang jauh lebih dalam. Tidak sedikit yang memahami puasa sebatas menahan lapar dan dahaga, padahal dalam khazanah hukum Islam, puasa merupakan proses pendidikan ruhani yang menyentuh akal, hati, dan perilaku.

Dalam perspektif fikih, puasa bukan hanya persoalan sah atau batal. Syariat juga mengatur adab, etika, dan perkara-perkara yang dapat mengurangi nilai ibadah. Di sinilah pembahasan tentang perkara makruh menjadi penting. Perkara makruh tidak membatalkan puasa, tetapi berpotensi mengurangi kesempurnaan pahala dan tujuan utama yang hendak dicapai.

Puasa merupakan ibadah wajib yang diperintahkan Allah SWT kepada orang-orang beriman. Landasan kewajiban tersebut ditegaskan dalam Al-Qur’an:

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN