Bahaya Propaganda Medsos : Larangan di Hari Lebaran

 
Bahaya Propaganda Medsos : Larangan di Hari Lebaran

LADUNI.ID - Bangun sahur, saya sudah disibukkan untuk menanggapi postingan seseorang di salah satu WAG. Postingan copy-paste itu menyebutkan bahwa ucapan kita di hari lebaran selama ini yakni "Selamat Hari Raya Idul Fitri Minal Aidin wal Faizin Mohon Maaf Lahir dan Batin" itu tidak sesuai dengan sunnah Rasul, jadi salah besar dan keliru. Yang benar menurut postingan tersebut adalah ucapan "taqabbalallahu minna waminkum."

Kali ini saya akan mengulas perihal "propaganda". Ia bisa positif dan bisa negatif. Propaganda itu sejenis ajakan tapi dengan penekanan, strategi, dan tujuan khusus. Jika ia bersifat negatif, sebenarnya levelnya masih di bawah hoaks, tapi dampaknya bisa lebih parah.

Kita mulai dengan tujuannya dulu. Tujuan umum penyebaran propaganda adalah menanamkan keyakinan atau pemahaman tertentu. Tujuan yang tersurat dalam contoh kasus di atas adalah menunjukkan adanya kesalahan tertentu, meskipun saya cek hadits yang diajukan tidak terlalu kuat, apalagi ada tambahan kalimat tertentu dari pembuat pesan yang memang bukan redaksi hadits. Sementara tujuan tersiratnya adalah menanamkan ajaran atau paham atau pengaruh baru dan meninggalkan tuntunan/tradisi lama.

Strategi yang diterapkan dalam kasus propagamda di atas adalah mengutip pendapat tokoh pupuler dan disertai bukti2 yang seakan meyakinkan. Jika pendapat itu tdk dari tokoh tertentu atau buktinya palsu maka dipastikan itu hoaks. Tapi jika tokoh dan bukti yang disertakan itu benar adanya maka seperti itulah propaganda.

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN