LADUNI.ID - Ramadhan kali ini tercoreng oleh aksi kerusuhan dan kekerasan massa yang memicu jatuhnya korban jiwa. Spiritualitas Ramadhan sebagai bulan penuh berkah dan ampunan Tuhan yang semestinya memancarkan aura kekhusyukan dan kekhidmatan beribadah ternyata tidak mampu meredam anarki dan amuk massa dari sejumlah pihak yang menolak hasil pemilu.
Akibatnya, sakralitas Ramadhan dikotori oleh profanitas hasrat politik-kekuasaan yang telah menempatkan ideologi menang-kalah sebagai persoalan hidup-mati.
Persoalannya, mekanisme hukum yang tersedia untuk menyelesaikan sengketa pemilu telanjur dianggap oleh pihak tertentu sebagai bagian dari political gimmick semata. Akibatnya, wacana people power untuk mengembalikan kedaulatan rakyat dipercaya sebagai satu- satunya jalan menumbangkan kebatilan dan kezaliman penguasa.
Namun, apa pun alasannya, anarkisme dan kerusuhan massa yang dapat mengganggu ketertiban umum harus ditindak tegas dalam bingkai penegakan hukum (law enforcement) yang adil, beradab, dan manusiawi.
Agitasi dan provokasi
Aw
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+