02 Jul 2019 · 2.121 dibaca · Iptek & Pendidikan
LADUNI.ID, Ternyata, studi terbaru membuktikan bahwa contrails memiliki efek pemanasan global yang lebih besar. Contrails, fenomena terbentuknya awan putih panjang akibat pertemuan udara panas hasil pembakaran mesin pesawat dengan udara tipis dingin di langit, sungguh terlihat cantik.
Menurut penelitian itu, efek dari contrails terhadap lingkungan hidup akan berlipat tiga pada tahun 2050.
Sebuah studi yang dilakukan sejak 2011 ini menunjukkan bahwa efek dari awan contrail memberikan kontribusi lebih besar pada pemanasan atmosfer daripada semua karbon dioksida (Co2) yang dihasilkan oleh pesawat sejak awal penerbangan. Efek-efek itu diprediksi semakin buruk sejalan dengan meningkatnya lalu lintas udara di dunia.
Bersama dengan rekan-rekannya, fisikawan atmosfer Ulrike Burkhardt dari Institut Dirgantara Jerman (DLR) untuk Fisika Atmosfer di Wessling menciptakan model atmosfer baru untuk mensimulasikan bagaimana contrail bekerja pada beragam jenis awan.
Dengan model itu, peneliti membandingkan kondisi atmosfer pada tahun 20
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+