11 Jul 2019 Β· 2.586 dibaca · Internasional
LADUNI.ID, Pada 10 Juli, RFP ditarik pada akhir Juni setelah tawaran yang diajukan pada Februari lalu oleh empat vendor, gagal memenuhi persyaratan kualitatif tender terkait pasokan amunisi .358 Lapua Magnum.
Kementerian Pertahanan India (MoD) memutuskan untuk membatalkan permintaan proposal (RFP) September 2018 kepada produsen asing untuk memasok 5.719 senapan sniper kaliber 8,6mm dan 10,2 juta amunisi untuk Angkatan Darat dan Angkatan Udara India.
Keempat vendor dimaksud adalah PT Pindad dari Indonesia, Rosoboronexport dari Rusia serta Barrett dan MSA Global dari Amerika Serikat.
Khususnya AD India, sudah menunggu cukup lama untuk mendapatkan senapan sniper. Sebelumnnya dilaporkan ada 20 perusahaan menjawab permintaan informasi (RFI) dari AD India, namun semua ‘melayang’ tahun lalu. Karena tidak satupun dari perusahaan itu yang memproduksi amunisi.
Tidak adanya kapasitas pembuatan amunisi di India dipandang sebagai kelemahan utama. Karena Angkatan Darat sedang berusaha mengamankan transfer teknologi di ba
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+