“Sêngit ndulit, gêthing nyanding”
Laduni.ID, Jakarta - Mengapa membenci? Itu lebih merupakan pertanyaan filsafat ketimbang psikologi. Tak pernah ada penjelasan yang mudah untuk setiap kasusnya. Bahkan lebih sering yang didaku sebagai penjelasan sesungguhnya hanyalah pembenaran.
Terlalu sering ada orang dibenci malah bingung, “Salahku apa...?”
Begitu ruwetnya urusan kebencian itu sampai-sampai Kanjeng Nabi Muhammad SAW seolah mencegat kita dari perenungan akan sebab-musabab kebencian dengan menandaskan hakikatnya sebagai bagian dari keazalian yang dikehendaki Tuhan.
UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN
Masuk dengan GoogleDan dapatkan fitur-fitur menarik lainnya.
Support kami dengan berbelanja di sini:
Rp600.000
Rp139.000
Rp105.000
Rp131.000
Memuat Komentar ...