07 Jul 2019 · 2.436 dibaca · Kolom
LADUNI. ID, KOLOM- Pemuda (Al-Fata) merupakan aset terbesar agama dan bangsa ini. Hendaknya negeri ini harus mempersiapkan generasi penerus yang handal. Kita mengetahui bahwa esensi al-fata (pemuda) itu terletak pada kekuatan keimanan dan ketakwaan kepada sang khalik.
Sosok pemuda yang berumur masih muda namun tingkah laku dan akhlaknya tidak mencerminkan sosok seperti yang digambarkan diatas, hakikatnya dia bukanlah seorang al-fata (pemuda). Intinya al-fatanya bukan standarisasinya pada umur tetapi jati diri dan spritualisme yang dimiliki oleh seseorang.
Dikisahkan dalam surat Ambia ayat 60 tentang keberanian sosok al-fata yang bernama Ibrahim dalam menghancurkan berhala yang dijadikan sebagai sesembahan pada waktu itu, ayat tersebut berbunyi:” Mereka berkata: “Kami telah mendengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim”. (QS. Al-Ambiya: 60).
Mengomentari ayat ini Syekh Ibnu Kasir dalam tafsirnya “Ibnu Kasir” m
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+