Keutamaan Berpuasa 9 Hari di Awal Bulan Dzulhijjah

 
Keutamaan Berpuasa 9 Hari di Awal Bulan Dzulhijjah

Oleh SHUNIYYA RUHAMA *)

LADUNI.ID, Jakarta - Diriwayatkan dari Sayyidina Ibnu Abbas RA dari Kanjeng Nabi Muhammad SAW, bahwasanya Dia bersabda:

  1. Hari Pertama (2 Agustus 2019)

Pada hari diampuninya Kanjeng Nabi Adam AS adalah Hari Pertama pada bulan Dzulhijjah. Barang siapa yang berpuasa puasa pada Hari ini, maka akan diampuninya seluruh dosa-dosanya.

  1. Hari Kedua (3 Agustus 2019)

Saat hari kedua Dzulhijjah adalah hari dikabulkannya doa Kanjeng Nabi Yunus AS, maka dikeluarkanlah Dia dari perut ikan Hud. Barang siapa yang berkuasa pada hari ini maka seakan-akan meminta beribadah kepada Gusti Allah Ta'ala selama satu tahun tanpa melibatkan maksiat (membantah) Gusti Allah dalam ibadahnya itu walau sekejap matapun.

  1. Hari Ketiga (4 Agustus 2019)

Saat hari ketiga Dzulhijjah, adalah hari dimana Gusti Allah mengabulkan doa Kanjeng Nabi Zakaria AS. Barang siapa yang berpuasa pada hari ini maka akan dikabulkan doanya oleh Gusti Allah.

  1. Hari Keempat (5 Agustus 2019)

Adapun hari ini adalah hari kelahiran Kanjeng Nabi Isa AS. Barang siapa yang berpuasa pada hari ini maka Gusti Allah akan menghindarkan segala marabahaya dan kefakirannya. Maka ia di hari kiamat kelak akan dikumpulkan bersama golongan orang-orang baik lagi mulia.

  1. Hari Kelima (6 Agustus 2019)

Saat hari berlalu Dzulhijjah adalah hari dimana Kanjeng Nabi Musa AS disetujui. Barang siapa yang berkuasa pada hari ini akan dibersihkan (dihindarkan) dari kemunafikan atau dari siksa kubur.

  1. Hari Keenam (7 Agustus 2019)

Hari ini keenam Dzulhijjah adalah hari dimana Gusti Allah membukakan pintu bagi NabiNya (Kanjeng Nabi Muhammad SAW). Barang siapa yang berkuasa pada hari ini maka Gusti Allah akan memandangnya dengan pandangan terima kasih, karena itu tidak akan disiksa selama-lamanya.

  1. Hari Ketujuh (8 Agustus 2019)

Hari ketujuh Dzulhijjah adalah hari di mana Gusti Allah membuka pintu-pintu neraka Jahanam, dan tidak akan dibuka dengan berlalunya hari kedua puluh. Barang siapa yang berpuasa pada hari itu maka oleh Gusti Allah Ta'ala akan dikunci (dihindarkan) dari 30 pintu kesulitan, dan akan dibukakan 30 pintu kemudahan.

  1. Hari Kedelapan (9 Agustus 2019)

Sementara hari ke DZulhijjah disebut juga sebagai Hari Tarwiyah. Barang siapa yang berpuasa pada hari ini akan diberi pahala yang nilai / derajat / kemuliaannya tidak dapat diakses sebagaimana halnya Gusti Allah Ta'ala.

  1. Hari Kesembilan (10 Agustus 2019)

Sementara hari kesembilan Dzulhijjah adalah Hari 'Arofah. Barang siapa yang berkuasa pada hari ini akan diampuni dosa / kesalahannya yang lalu dan yang akan datang.

Dan hari Arofah adalah hari diwahyukannya ayat, "Hari ini telah menyelesaikan agamamu dan telah mendapatkan kucukupkan nikmatKu padamu ..." (QS Al Maidah: 2)

Semoga Gusti Allah memberikan rahmat-Nya untuk kita semua. Aamiin ya Rabbal 'alamiin...

Kitab Durrotun Nashihin, hal. 267 diterjemahkan dengan terjemahan redaksi oleh Shuniyya Ruhama.


*) Artikel ini ditulis oleh Shuniyya Ruhama, Fatayat NU Kendal. Sumber: BangkitMedia