Revolusi Mimbar: Kontribusi Tamim Ad-Dari untuk Rasulullah SAW

 
Revolusi Mimbar: Kontribusi Tamim Ad-Dari untuk Rasulullah SAW
Sumber Gambar: Pinterest, Ilustrasi: Laduni.ID

Laduni.ID, Jakarta - Tamim Ad-Dari adalah seorang sahabat Rasulullah SAW yang masuk Islam setelah peristiwa Perang Tabuk pada tahun 9 Hijriyah/630 Masehi.

Setelah menjadi muallaf, ia mengganti namanya menjadi Abdullah, meskipun nama aslinya tetap lebih dikenal hingga saat ini.

Sebelum memeluk Islam, Tamim adalah seorang pendeta Nasrani yang tinggal di Bait Ainun, Yerusalem, Palestina. Selama tinggal di sana, ia tekun mempelajari kitab Taurat, yang memberinya pengetahuan luas tentang berbagai mitos dan ajaran yang terkandung dalam Taurat dan Injil.

Keputusan Tamim untuk memeluk Islam membawa pengaruh signifikan terhadap transmisi nilai-nilai keislaman, terutama karena pengetahuannya yang mendalam tentang dua kitab suci sebelumnya, Taurat dan Injil.

Pengetahuan ini memperkaya perspektifnya dan mempercepat proses pemahamannya terhadap ajaran Islam.

Di masa kekhalifahan Umar bin Khattab, Tamim diberi tugas untuk menyampaikan kisah-kisah di Masjid Al-Aqsha. Keterampilannya dalam mempelajari al-Quran, ditambah dengan pemahamannya terhadap Taurat dan Injil, berkontribusi pada munculnya fenomena yang dikenal sebagai "Isra’iliyyat" dalam tafsir Al-Quran.

Fenomena ini merujuk pada cerita-cerita dan tradisi yang berasal dari sumber Yahudi dan Kristen yang diadaptasi ke dalam tafsir Islam.

Pengetahuannya yang luas dan kemampuannya dalam menghubungkan ajaran kitab-kitab sebelumnya dengan Al-Quran menjadikan Tamim Ad-Dari sebagai tokoh penting dalam sejarah transmisi dan interpretasi ajaran Islam.

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN