Wisata Ziarah dan Berdoa di Makam KH Anwari Siradj, Payaman Magelang

Memperoleh Donasi Sebesar : Rp 0. Donasi Sekarang
 
Wisata Ziarah dan Berdoa di Makam KH Anwari Siradj, Payaman Magelang

Sekilas Biografi

KH Anwari Siradj merupakan teman seperguruan pendiri NU, Hadratusyyekh KH Hasyim Asy’ari saat menimba ilmu di Makkah. KH Anwari Siradj dikenal dengan sosoknya yang sederhana, bersahaja dan bijaksana. Penuh dengan kelembutan serta tutur katanya yang halus merupakan ciri khususnya bila berhadapan dan memberikan wejangan berupa ceramah dan nasihat kepada ribuan santrinya di Pondok Sepuh.
 
Ulama besar ini konon dikenal dengan kedigdayaan ilmu karomahnya setelah menjalani pendidikan Islam di Kota Mekkah bersama Almarhum Mbah Dahlar yang merupakan pendiri sekaligus pimpinan Ponpes Watu Congol, Gunungpring, Muntilan, Magelang dan Almarhum KH Hasyim Ashari pimpinan Ponpes Tebu Ireng, Jombang. Saat itu ia diberikan gelar kehormatan Romo Agung oleh Belanda, karena berhasil menghalau awan panas dan lahar erupsi Gunung Merapi yang mengancam wilayah Kota Magelang yang pada zaman itu menjadi markas dan pusat Pemerintahan Gubernur Belanda.
 
“Belanda berikan Gelar Romo Agung dulu saat Merapi meletus. Belanda ingin halau lahar, minta doa ke Mbah Siradj, doanya kabul tidak terjang Kota Magelang. Sehingga kejadian itu dikaitkan dengan rutinitas pembacaan Kitab Bukhori Sokhi yang dikenal dengan pengajian Sema’an Bukhoren membaca kitab Bukhori yang setiap Ramadan satu bulan penuh digelar di Masjid Agung, alun-alun Kota Magelang sampai sekarang,” kata KH Mafatikhul Huda, salah seorang cicit Almarhum KH Anwari Sirajd Anwari Siradj.
 
Masjid yang didirikan pada tahun 1937 ini tidak menggunakan istilah arab sebagai namanya. Dan tetap menggunakan nama desa, Payaman, sebagai namanya. Itulah kenapa masjid ini terkenal pula dengan dengan nama Masjid Agung Payaman, merujuk pada nama sang pendiri. 
 
Warna hijau muda yang melekat pada Masjid Agung Payaman ini seakan menjadi simbol bagi masyarakat Magelang yang religius. Saban hari, masjid ini tidak pernah sepi dari aktivitas ibadah. Terlebih saat bulan suci ramadhan, ratusan santri sepuh (lansia) dari berbagai daerah di Indonesia beribadah dan ngaji  di masjid ini.  Di depan masjid sebelah kanan berdiri sebuah asrama dengan nama Pondok Sepuh. Bangunan dengan beberapa kamar kecil ini menjadi tempat tinggal para santri. 
 

Alamat Makam

Makam mbah Siradj Payaman terletak di belakang Masjid Agung Payaman, tepatnya di jalan raya Semarang-Yogyakarta, di Kauman, Payaman Secang, Magelang. Sebelum akhir hayat beliau pernah berwasiat pada salah satu putrinya bernama Zahro agar jasadnya dimakamkan di belakang masjid karena pada suatu kali beliau pernah bertemu dengan seorang auliya' yang telah dimakamkan persis makam beliau sekarang ini.