Wisata Religi dan Bertawassul di Makam Raden Santri Gresik

Memperoleh Donasi Sebesar : Rp 0. Donasi Sekarang
 
Wisata Religi dan Bertawassul di Makam Raden Santri Gresik

Lintas Sejarah

Raden Santri atau Sayyid Ali Murtadlo adalah salah satu penyebar agama Islam di Jawa dan sekitarnya. Beliau adalah putera Syekh Ibrahim Asmaraqandi, Beliau juga dikenal dengan Sunan Gresik. Beliau juga merupakan Kakak dari Raden Rachmat (Sunan Ampel) dan sepupu dari Maulana Malik Ibrahim.

Raden Santri datang ke Jawa menyertai ayahanda dan saudaranya untuk menyebarkan agama Islam. Sekaligus silahturrahmi ke bibinya, Dewi Condro Wulan / Dwarawati yang menjadi istri Prabu Kertajaya / Brawijaya. Syekh Ali Murtadlo dan Ayahandanya serta beberapa saudaranya tiba di wilayah Majapahit dan mendarat di Pelabuhan Tuban.

Namun tidak lama setelah tiba di Tuban ayahandanya meninggal dunia karena sakit dan dimakamkan di daerah pesisir Gesikhardjo, Palang, Tuban. Selama setahun di Majapahit, beliau hendak kembali ke negeri kelahirannya, Campa, tapi negeri tesebut sudah hancur dan dikuasai raja Pelbegu dari kerajaan Koci. Berkat saran raja Kerjajaya, Raden Santri akhirnya menetap di Majapahit dan tinggal di daerah Gresik.

Setelah Syekh Maulana Malik Ibrahim wafat pada tanggal 9 April 1419, beliau menggantikan tugasnya sebagai imam penyebaran Islam di Gresik. Raden Santri wafat pada tahun 1317 saka / 1449 M. Makam beliau termasuk salah satu obyek wisata religi di Kabupaten Gresik yang juga banyak dikunjungi oleh wisatawan. Makam tersebut terletak sekitar 100 m sebelah utara alun-alun kota Gresik, tepatnya di jalan Raden Santri, kelurahan Bedilan, Gresik. Masyarakat Gresik memperingati haul beliau setiap tanggal 15 bulan Muharram. Bertepatan haul kakeknya Sayyid Jumadil Kubro di desa Troloyo Trowulan Mojokerto.
 

 

Lokasi Komplek Makam

Di samping pusara Raden Santri terdapat batu nisan murid beliau. Sang murid yang bernama Sayyid Hasan itu tentu bukan murid sembarangan. Menurut cerita Mbah Syahroni, Sayyid Hasan adalah murid kesayangan Raden Santri. Begitu istimewanya sang murid sehingga sebagai bentuk penghormatan terhadap Sayyid Hasan maka jenazahnya disemayamkan di samping pusara gurunya.

 

Makam Raden Santri berlokasi di Jalan Raden Santri, Kelurahan Bedilan, Kabupaten Gresik (Utara Alun – Alun Kota Gresik – Belakang Kantor Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik)