Wisata Ziarah dan Berdoa di Makam Ki Ageng Galang Sewu Semarang

 
Wisata Ziarah dan Berdoa di Makam Ki Ageng Galang Sewu Semarang

Sekilas Sejarah

Ki Ageng Galang Sewu dikenal oleh warga sekitar dengan sebutan Kyai Galang Sewu. Beliau lahir sekitar tahun 1790-an. Berasal dari keluarga Bustaman Semarang, yaitu cucu dari Kyai Bustaman. Kyai Bustaman sendiri mempunyai keturunan sekitar 11 orang di antaranya adalah Kyai Ngabei Surodirdjo. Kemudian Kyai Ngabei Surodirdjo berputra sekitar 11 orang. Di antaranya yang pertama adalah Kyai Adipati Surohadimenggolo (Pangeran Terboyo), dan urutan kesepuluh adalah RM. Suryo Kusumo atau Kyai Galang Sewu serta kakak beliau bernama RM. Yuda Widarmo (R. Sukar).

Para Sesepuh kampung tembalang mengisahkan bahwa, Kyai Galang Sewu adalah termasuk panglima perang Pangeran Diponegoro untuk wilayah Semarang dan sekitarnya. Saat terjadi peperangan di Jatingaleh Semarang yang meluas sampai Ungaran beliau dibantu oleh Kyai Galang Sewu dan keluarganya. Termasuk kakak Kyai Galang Sewu yang bernama R. Sukar. Sehingga ketika Pangeran Diponegoro diasingkan ke Makasar Sulawesi maka R. Sukar pun ikut ke pengasingan bersama rombongan.

Kiai Galang Sewu sendiri berjuang dan menyebarkan agama Islam di wilayah Tembalang dan sekitarnya sehingga meninggal dan dimakamkan di area pemakaman samping gedung Prof. Soedarto SH ditengah Kampus Universitas Diponegoro. Pernah suatu cerita saat penjajahan Belanda ketika pesawat Belanda melewati di atas makam beliau, maka pesawat tersebut hilang kendali dan terjatuh.

Lokasi Makam

Tempat makam yang begitu tenang membuat para peziarah bisa dengan khusuk bermunajah. Menjadi salah satu daftar kunjungan wisata rohani bagi peziarah di luar kota. Lokasi makam berbeda dengan pondok pesantren Kyai Galang Sewu yang berada di belakang kampus Undip. Sedangkan makam Ki Galang Sewu berada di dalam kampus Undip Tembalang. Tepatnya sebelah Gedung Soedarto Universitas Diponegoro atau dekat kandang rusa Undip.

Makam Ki Ageng Galang Sewu sering dikunjungi para peziarah, khususnya mahasiswa Undip. Menurut beberapa literasi, baliau adalah salah satu keponakan dari Pangeran Diponegoro. Juga berjasa dalam pemberian nama daerah Tembalang bersama Ki Ageng Pandanaran. Beberapa kali pondok pesantren mengadakan haul Ki Ageng Galang Sewu yang diperingati bersama Pangeran Diponegoro. Termasuk yang terakhir dengan konsep acara kirab yang dimulai dari stadion Universitas Diponegoro.