Lintas Religi dan Bertawassul di Makam KH. Abdul Karim Kediri

Memperoleh Donasi Sebesar : Rp 0. Donasi Sekarang
 
Lintas Religi dan Bertawassul di Makam KH. Abdul Karim Kediri

 Daftar Isi

Laduni.ID, Jakarta - KH. Abdul Karim adalah ulama berilmu tinggi dan kharismatik, adalah pendiri dan pengasuh pondok pesantren Lirboyo Kediri. Pesantren Lirboyo merupakan salah satu pesantren tertua dan terbesar di Jawa Timur.

Profil

KH. Abdul Karim (Mbah Manab)  lahir tahun 1856 M di desa Diyangan, Kawedanan, Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah, dari pasangan Kiai Abdur Rahim dan Nyai Salamah. Manab adalah nama kecil beliau dan merupakan putra ketiga dari empat bersaudara. Saat usia 14 tahun, mulailah beliau melanglang buana dalam menimba ilmu agama dan saat itu beliau berangkat bersama sang kakak (Kiai Aliman).

Beliau menuntut ilmu di beberapa pesantren di antaranya:
1. Pesantren Babadan, Gurah, Kediri
2. Pesantren Trayang, Bangsri, Kertosono, Nganjuk Jatim
3. Pesantren Sono, Sidoarjo
4. Pondok Pesantren Kedungdoro, Sepanjang, Surabaya
5. Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan
6. Pesantren Tebuireng, Jombang

Guru-guru beliau saat menuntut ilmu di antaranya:
1. Syaikhona Kholil Bangkalan
2. KH. Hasyim Asy’ari

Untuk kelanjutannya tentang Profil beliau silahkan baca di Biografi KH. Abdul Karim

Lokasi Makam
KH. Abdul Karim wafat pada tahun 1954, tepatnya hari senin tanggal 21 Ramadhan 1374 H, Jenazah beliau beliau dimakamkan di belakang masjid Lirboyo.

Haul

Haul KH. Abdul Karim diperingati bulan Ramadhan di pesantren Lirboyo, untuk tanggal haul pihak keluarga pesantren yang akan memberitahu acara haul diperingati.

Motivasi Ziarah Menurut Syeikh An Nawawi Banten
     1. Untuk Mengingat mati dan Akhirat
     2. Untuk mendoakan
     3. Untuk mendapatkan keberkahan
     4. Memenuhi hak ahli kubur yang diziarahi, seperti ke makam orang tua

Fadilah
Dengan berdoa kepada Allah dengan melalui wasilah KH. Abdul Karim maka akan ada fadilah di antaranya:
    1. Diampuni dosa-dosa bagi ahli kubur dan yang mendoakan
    2. Dimudahkan dalam mencari ilmu agama dan ilmu dunia
    3. Mengingatkan peziarah akan kematian

Oleh-oleh
Oleh-oleh yang bisa dibawa pulang usai ziarah di Kediri di antaranya: Tahu takwa, Carang mas, Batik Kediri, Getuk pisang, tahu pong, stik tahu, Tenun ikat bandar.