Wisata Ziarah dan Bertawassul Makam KH Ali Manshur di Tuban

Memperoleh Donasi Sebesar : Rp 0. Donasi Sekarang
 
Wisata Ziarah dan Bertawassul Makam KH Ali Manshur di Tuban

Sekilas Sejarah
KH. Ali Manshur adalah pengarang Shalawat Badar sekitar tahun 1960. Kiai Ali Manshur memiliki garis keturunan berdarah ulama besar. Dari ayah, tersambung hingga Kiai Shiddiq Jember sedangkan dari jalur ibu, tersambung dengan Kiai Basyar, seorang ulama di Tuban.

Beliau dilahirkan di Jember pada 23 Maret 1921. Nasabnya masih menyambung ke Kiai Shidiq Jember, dari jalur ibu asli orang Tuban.

Shalawat Badar sudah menjadi syair wajib bagi kaum nahdliyin. Hampir setiap kegiatan shalawat ini dilantunkan. Bahkan sudah merambah ke genre musik pop yang dipopulerkan oleh beberapa grup band dan penyanyi religi. Tak hanya di Indonesia, shalawat Badar juga dikenal di berbagai belahan dunia Islam.

Kiai Ali terkenal sosok santri pengembara, beliau suka belajar dari satu pesantren ke pesantren lain. Mulai dari Pesantren Termas Pacitan, Pesantren Lasem, Pesantren Lirboyo Kediri, hingga Pesantren Tebuireng Jombang.

Di makam Kiai Ali juga dituliskan shalawat Badar yang terletak dibagian baratnya. Setiap hari ada saja yang berziarah ke sana. Terutama para santri yang belajar di pesantren milik putra-putrinya di sekitar pesantren.
 


Lokasi Makam KH Ali Manshur
Makam beliau berada di desa Maibit, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban. Dulu tak banyak yang tahu kalau Kiai Ali di makamkan di desa Maibit. Bahkan beberapa warga desa setempat tak mengenal sepak terjang Kiai Ali. Makam Kiai Ali baru beberapa tahun terakhir direnovasi dan sering dikunjungi orang umum.

Pasca dibahas oleh Gus Dur, nama Kiai Ali terus jadi bahan pembicaraan di kalangan para ahli sejarah dan budayawan. Terutama dari kalangan Nahdliyin. Sehingga akhirnya banyak para peziarah dari jauh yang datang ke desa Maibit untuk tawasul dan membuktikan kebenaran ucapan Gus Dur.
 

 

 

Sumber: Dari berbagai Sumber